Dana Desa Turun Drastis, Pemdes Cibinuang Tetap Optimis Jalankan Program Prioritas

Pemerintahan63 views

KUNINGAN ONLINE — Pemerintah Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan, tetap menunjukkan optimisme dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, meski menghadapi penurunan signifikan Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2026.

Kepala Desa Cibinuang, Nani Suryani, mengungkapkan bahwa besaran Dana Desa yang diterima tahun ini hanya sebesar Rp327 juta, turun drastis dibandingkan tahun 2025 yang hampir mencapai Rp1 miliar.

Iklan

“Penurunannya cukup signifikan, sekitar 70 persen. Namun kami tetap berupaya maksimal agar program prioritas tetap berjalan,” ujar Nani.

Ia menjelaskan, penggunaan Dana Desa 2026 difokuskan pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), program ketahanan pangan (Ketapang), penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) akibat longsor, serta kegiatan pemberdayaan melalui Posyandu.

Iklan

“Kami memprioritaskan program yang berdampak langsung, seperti BLT untuk warga membutuhkan, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi desa melalui BUMDes,” jelasnya.

Untuk pembangunan infrastruktur yang belum terakomodasi melalui Dana Desa, pihaknya akan mengupayakan sumber pendanaan alternatif, salah satunya melalui Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Infrastruktur lainnya akan kami ajukan melalui bantuan keuangan provinsi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Cibinuang menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan secara optimal dan transparan.

“Kami yakin dengan perencanaan yang matang dan dukungan masyarakat, keterbatasan ini bukan penghalang, melainkan tantangan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun desa,” tegas Nani.

Optimisme tersebut mencerminkan semangat pemerintah desa dalam menjaga keberlanjutan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi fiskal yang terbatas. (OM)