KUNINGAN ONLINE – Dana Desa Cengal, Kecamatan Jepara, tahun 2025 yang menembus lebih dari Rp1 miliar menuai sorotan tajam. Pasalnya, alokasi untuk kegiatan kepemudaan dinilai sangat minim, bahkan terkesan diabaikan. Sejumlah pemuda menuding pemerintah desa kurang transparan dalam mengelola anggaran, hingga memicu audiensi terbuka pada Kamis (21/8/2025).
Eman Karman, pemuda Desa Cengal, menyebut alokasi anggaran desa tidak berpihak pada generasi muda. Padahal, semestinya Dana Desa digunakan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk pemuda, sesuai amanat Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
“Kami hanya ingin tahu ke mana anggaran sebesar itu dialokasikan. Kenapa untuk kegiatan kepemudaan porsinya kecil sekali?” ujar Eman, Sabtu (23/8/2025).
Eman menambahkan, jika dibandingkan dengan desa lain, kegiatan Hari Besar Nasional (PHBN) di Cengal tampak jauh lebih sederhana meski anggaran desa lebih besar.
“Kami heran, kok bisa begitu. Jangan-jangan ada yang tidak beres,” katanya.
Audiensi Tanpa Jawaban Detail
Audiensi yang digelar pemuda berlangsung cukup lama, namun tak menghasilkan jawaban memuaskan. Pemerintah desa hanya memberi penjelasan umum tanpa merinci pos-pos penggunaan anggaran.
“Jawaban mereka hanya global, tidak detail. Kami tetap tidak tahu kenapa alokasi untuk pemuda sangat kecil,” terang Eman.

Kondisi ini kian menimbulkan kecurigaan, mengingat pembangunan di desa juga dinilai stagnan dari tahun ke tahun. Padahal, setiap tahun desa menerima kucuran anggaran miliaran rupiah.
Lemahnya Transparansi
Minimnya informasi rinci soal penggunaan Dana Desa di Cengal bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait pengelolaan keuangan desa.
Dalam aturan tersebut, pemerintah desa diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara terbuka, termasuk mengumumkan prioritas penggunaan Dana Desa kepada masyarakat.
Ancaman Aksi Lanjutan
Kekecewaan pemuda Cengal belum berhenti. Mereka menegaskan akan mengawal terus persoalan ini dan siap menggelar aksi lanjutan jika aspirasi tidak digubris.
“Kalau perlu, pemuda turun semua. Jangan takut, pantau terus kebijakan di desa masing-masing. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?” tandas Eman. (OM)





