Cegah Stunting, IPPMK Jadetabek Gelar Seminar dan Perbaikan Gizi Sedini Mungkin

Informasi, Kesehatan2,301 views

KUNINGAN ONLINE – Kekurangan gizi yang menjadi salah satu polemik yang terjadi di Kabupaten Kuningan, salah satunya di Desa Cengal.

Hal ini mendorong Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Jadetabek melaksanakan seminar penyuluhan stunting yang termasuk dalam rangkaian kegiatan bakti sosial Adisi “Aksi Mengabdi Penuh Dedikasi”, pada Selasa dan Rabu (24-25/1/2023).

Iklan

Menurut Anas selaku Kepala bidang Keluarga Sejahtera di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), upaya pencegahan stunting dimulai dari calon pengantin dengan memberikan gizi seimbang.

“Jika calon pengantin kurus, sudah pasti timbangannya tidak ideal. Untuk menyiapkan kehamilan, makanannya pun harus 4 sehat 5 sempurna atau disebut labumas (lauk pauk, buah-buahan, makanan pokok, sayur),” paparnya, kepada Kuninganonline.com, Jumat (27/1/2023).

Iklan

Hendra, salah satu kader DPPKBP3A bidang Keluarga Sejahtera, mengungkapkan stunting pada balita disebabkan oleh adanya kekurangan gizi kronis.

“Stunting akan berakibat secara fisik, mental dan intelektual pada bayi yang dilahirkan. Fisik anak kurang gizi dapat diperbaiki tetapi pekembangan otaknya tidak dapat diperbaiki,” ungkapnya.

Hendra menyampaikan, perbaikan gizi dalam kasus stunting diutamakan pada ibu hamil dan bayi sampai usia 2 tahun.

“Oleh karena itu, selain seminar, IPPMK pada kegiatan Adisi tahun ini juga mensosialisasikan ketahanan pangan berbasis keluarga untuk mencegah dengan cara membuat nugget tempe sayur,” kata Damar selaku Ketua Pelaksana Adisi IPPMK 2023, ketika ditemui setelah seminar.

Melansir data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, angka stunting di Kabupaten kuningan berdasarkan hasil bulan penimbangan balita Agustus tahun 2021 sebesar 5,35%, sedangkan hasil bulan penimbangan balita Februari 2022 sebesar 7,3% atau ditemukan sebanyak 5.135 balita stunting dari total 69.916 balita yang diukur.

“Dengan terus meningkatnya balita yang stunting di Kabupaten Kuningan dari tahun ketahunnya, sudah seharusnya isu ini menjadi perhatain dan komitmen bersama, termasuk dengan diadakannya seminar pencegahan stunting dan ketahanan pangan oleh IPPMK pada kegiatan Adisi kali ini,” tegas Damar.

Di akhir seminar dilakukan penyerahan bibit tanaman obat keluarga secara simbolis kepada pihak desa dilanjut dengan penanaman di area balai desa. (OM)