KUNINGAN ONLINE – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) telah berjalan optimal sepanjang tahun 2025.

Hal itu disampaikan Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Ating Setiawan.
Menurutnya, pelaksanaan GPM di Kuningan sudah selesai pada momentum Lebaran Haji lalu. Total kegiatan yang direalisasikan meliputi 25 titik dari anggaran APBD, dua titik dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta lima paket kegiatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di lingkungan kejaksaan, TNI, dan Polres.
“Alhamdulillah semua kegiatan GPM sudah terlaksana. Kalau untuk Kuningan, programnya memang hanya sampai momen hari besar keagamaan,” ujar Ating di ruang kerjanya, Rabu (20/8/2025).
Selain GPM, pihaknya juga terus mengoptimalkan SKPG sebagai upaya intervensi terhadap masyarakat rawan pangan dan gizi. Data sasaran diperoleh dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak kecil, ibu hamil, dan lansia.
“Setiap bulan rata-rata ada 120 paket sembako yang kita salurkan berdasarkan hasil analisis data kesehatan. Isi paketnya antara lain beras, minyak, gula, susu, ayam, dan telur,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski jumlah penerima tidak terlalu banyak, program SKPG diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di Kuningan.
“Harapan kami, minimal bisa mengurangi jumlah warga yang rawan stunting maupun kekurangan pangan,” tutup Ating. (OM)





