Bantah Pembangkangan Konsitusi, Anggota DPR RI Fraksi PKB Jelaskan Begini

Politik2,310 views

LEBAKWANGI (KO) – Usulan penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang diusulkan oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin agar ditunda antara satu hingga dua tahun itu dianggap pembangkangan konstitusi, hal ini mendapat tanggapan dari Anggota Fraksi PKB DPR RI, Yanuar Prihatin.

“Penundaan ini baru usulan, baru ide. Kalau usulan ide itu kan sifatnya masih bebas dan terbuka, apa bisa disebut dengan pembangkangan konstitusi, disebut pembangkangan itu ketika sudah eksekusi,” kata Yanuar kepada awak media di Graha Ahmad Bagja Desa Pajawankidul Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan, Selasa (1/3/2022).

Iklan

“Misalnya gini, kita ngomong turunkan si anu, boleh. Iya boleh saja, tapi kalau itu pembangkangan konsitusi satu periode lima tahun, kemudian di turunkan ditengah jalan itu sama saja kalau cara pandangnya begitu,” sambungnya.

Disinggung penundaan Pemilu ada kalah saing, Yanuar yang juga Anggota Komisi II DPR RI menerangkan, kalau soal persaingan sehingga ditundanya pemilu itu tidak ada kaitannya.

Iklan

Sebab, menurutnya sejak setelah reformasi hampir semua jabatan politik dinegara ini mulai digelar melalui kompetisi, jadi ini bukan hal yang baru.

“Semisalnya penundaan itu berkaitan karena tidak mau bersaing, itu tidak betul juga,” tutur Yanuar dari Dapil Jabar X.

Saat ditanya penundaan pilpres kontradiktif dengan dukungan masyarakat kepada Gus Muhaimin, Yanuar menjelaskan bahwa penundaan itu sebetulnya bukan serta-merta, penundaan tentu usulan bukan datang tiba-tiba dan itu sudah melalui kajian, pendekatan analisa yang komprehensif.

“Baik lokal, regional, nasional maupun internasional, karena tidak bisa penundaan dengan alasan sepele, dan ini mesti ada alasan yang besar. Dan kita sendiri nanti sama-sama mendengar tentu alasan besarnya kayak apa, karena ini kan isu yang tergolong sensitif, sensitif itu artinya ketika ngomong seperti ini tentu respon bisa pro dan kontra,” jelas Yanuar.

“Tapi yang terpenting adalah reasoning dibalik ini yang harus kita dalami bersama, supaya kita tidak terjebak dengan ide permukaannya, tapi ide dasarnya apa si. Karena ide dasar itu yang melatarbelakangi semua statement apapun,” tambahnya.

Ia juga mengajak, semua harus menelaahnya bersama. Kalau sebagian menyatakan spekulasi kaitan dengan pandemi. Boleh-boleh saja, tapi pandemi pada 2024 trendnya seperti apa.

“Itu kan harus ada ahli yang menganalisanya. Kemudian hubungan internasional, di tingkat dunia ini kaya apa dalam setahun dua tahun kedepan,” ujarnya.

Kenapa hubungan internasional, Yanuar menuturkan hal itupun akan secara petak politk bisa saja berubah. Semisalnya yang terbaru antara Rusia dan Ukraina.

“Peristiwa dua negara tersebut juga akan berdampak kepada Indonesia. Secara peta politik pun akan berubah,” pungkasnya. (OM)