Anggota DPRD Kuningan, Deki Zaenal Muttaqin Ungkap antara Kegiatan Maulid Nabi dan TDL

KUNINGAN ONLINE – Ribuan jamaah dari berbagai wilayah tiga Cirebon memadati Jalan Pramuka Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kunjngan untuk mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di gelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mursyidul Fallah, Sabtu (31/12/2022).

Jemaah yang hadir dalam pengajian maulid Nabi Muhammad SAW itu di khususkan bagi para kaum Perempuan (Akhwat), dengan mendatangkan Mubalighoh ternama yaitu Ustadzah Syariffah Halimah Alaydrus dari (Jakarta).

Iklan

Tampak hadir di dalam kegiatan tersebut, Anggota Legislatif kuningan Deki Zaenal Muttaqin yang mengikuti proses jalannya acara maulid nabi Muhammad Saw.

“Saya di sini kebetulan memang ada komunikasi, terus kan acara ini untuk umum, ada komunikasi juga sama sesepuh di sini sama KH Aang Asy’ari, tapi kan ini khusus pengajian ibu-ibu. Jadi para ikhwan tidak bisa masuk jadi khusus akhwat,” ucap Deki saat ditemuu di lokasi.

Iklan

Deki mengungkapkan, terlihat di sepanjang jalan pramuka yang satu arah tersebut, banyak sekali deretan mobil yang parkir di pinggir-pinggir jalan dengan varian plat nomor dari Kuningan hingga luar Kuningan.

Iklan

“Alhamdulillahirobbilalamin, banyak dari luar tadi letter mobil juga bisa dilihat tuh dari lokasi-lokasi dari mana saja kan itu salah satu bentuk bahwa Alhamdulillah berarti Kabupaten Kuningan ikut terberkahi dari acara ini,” ungkapnya.

Deki juga menerangkan, bahwa tampak juga hadir para pelaku usaha yang sudah berdatangan dari sejak pagi hari untuk ikut memeriahkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ada pedagang kaki lima, Alhamdulillah tadi saya ngobrol omset mereka hari ini meningkat ini kan efek langsung untuk masyarakat dari keberkahan pengajian ini Alhamdulillah dan cuacanya juga sangat mendukung,” terangnya.

Deki mengatakan bahwa acara keagamaan yang di ikuti oleh ribuan masyarakat tersebut sama sekali tidak mendapatkan bantuan khusus dari pemerintah daerah kabupaten Kuningan.

“Yang saya tahu kegiatan ini tidak ada, tidak ada bantuan secara khusus dari Pemerintah, memang saudara-saudara kita ini rencana acara rutinan tiap tahun dan saya juga melihat sangat mengapresiasi luar biasa saya berharap kita sebagai salah satu unsur pemerintahan ya harusnya ikut mendorong acara-acara seperti ini,” kata Deki.

Deki menilai, kalau soal feedback yang cepat ke mana. Pihaknya berharap melakukan kegiatan yang kira-kira benefit, impact atau feedbacknya itu cepat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Nah kalau ini kan sudah jelas, saudara-saudara kita pedagang kaki lima terus saya lihat teman-teman panitia hampir 6000 7000 bikin snack, UKM terberdayakan kan luar biasa, semua kegiatan yang sudah dilaksanakan yang sedang dilaksanakan yang akan dilaksanakan Insya Allah ada hikmahnya atau ada faedah ada manfaatnya,” ujarnya.

Masih kata Deki, soal nanti apakah itu besar atau kecil atau sedikit atau banyak itu kan bisa terukur, jadi ada hitungannya bisa dihitung misal tadi karena pertanyaan Tour De Linggarjati (TDL), setelah TDL diselenggarakan sekian tahun apa impactnya untuk masyarakat.

“Apakah dunia wisata di kita menjadi lebih terkenal di Kancah dunia atau seperti apa atau perekonomian masyarakat berikut perubahan sosial,” tanya Deki.

Deki menganggap feedback langsungnya itu Insya Allah, dengan acara seperti ini keberkahan buat semua.

“Itu kan udah impact yang luar biasa tidak terhitung atau tidak terukur oleh lahiriah tapi secara batiniah Insyaallah bagi orang-orang yang beriman dan percaya yakin ini adalah acara yang luar biasa,” ujarnya.

Dirinya, sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan penghargaan meskipun cuman hanya kalimat kata-kata.

“Saya jujur sangat berterima kasih atas nama unsur pemerintah dan anggota dewan juga hasil pemerintahannya dia legislatif sangat berterima kasih apresiasi memberikan sebuah penghargaan yang luar biasa meskipun penghargaannya baru hanya sekedar kata-kata atau kalimat,” ucapnya.

Lanjut deki, karena kewajiban untuk mensukseskan, adalah kewajiban semua orang meskipun untuk porsinya dalam unsur pemerintahan sudah ada bukan berarti juga hanya kewajiban bupati saja yang sebagai leader.

Ia mengatakan, bahwa stakeholder juga harus bekerja sama dengan pemerintah tentunya harus mendukung atau memberikan support sebagai panitia penyelenggara pemerintahan.

“Jadi kalau pesertanya saja yang mensukseskan/melakukakan kurang Elok juga atau sebaliknya kalau unsur atau struktur pemerintahannya saja yang melakukan tanpa didukung masyarakat,” kata Deki.

“Artinya ini harus ada hubungan yang luar biasalah, hubungan sebab akibat yang luar biasa kebijakan mendorong, masyarakat juga menerima mendukung bareng-bareng wah Indah luar biasa, jadi tidak agak miss tapi agamis,” sambungnya.

Ditanya soal output TDL, Deki menerangkan bahwa pihaknya belum tahu. Barangkali yang lai sudah tahu atau sudah merasakan atau sudah melihat.

“Kalau saya mungkin karena keterbatasan, saya sih belum tahu efek dari itu. Memang kan ada tugas dari legislatif ini selain legislasi, budgeting, ada juga pengawasan kan juga TDL menggunakan APBD, lain hal dengan acara ini tidak menggunakan APBD jadi ngapain harus di awasi oleh kita, jadi justru harus didukung,” pungkasnya (Poy).