KUNINGAN ONLINE – Orientasi Anggota Baru Ikatan Mahasiswa Kuningan (OAB IMK) diikuti sebanyak 131 Mahasiswa asal Kuningan yang berkuliah di Cirebon.
Kegiatan OAB tersebut, dilaksanakan setiap tahun dalam rangka merangkul mahasiswa yang sedang merantau di Cirebon melalui bingkai kekeluargaan.
Dalam pelaksanaannya selama 3 hari di Balai Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya (3-5/11/2021), OAB mengusung tema “Terbinanya kader yang aktif dan adaptif menghadapi era society 5.0 dalam menyongsong Kuningan MAJU”.
Kegiatan OAB dibuka oleh ASDA 1 Drs. Nurohim, dan Abdul Muhyi selaku Alumni IMK mengungkapkan bahwa Organisasi merupakan langkah awal dalam mewujudkan mahasiswa sebagai future of leader atau pemimpin di masa depan.
Sementara, Ketua Umum IMK Alif Fathul mengatakan, tujuan dari kegiatan OAB adalah melakukan kaderisasi untuk meregenerasi roda organisasi IMK dalam bingkai kekeluargaan.
“Dengan harapan para kader bisa menjadikan IMK sebagai tempat berpulang untuk bersama-sama tumbuh dan membangun lemah cai,” kata Alif.
Oleh karena itu, Alif menjelaskan, adanya kegiatan OAB ini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan beberapa tujuan dan harapan tersebut, dimana hal itu ditunjukkan dengan adanya pembekalan materi-materi yang selaras dengan tema yang di usung.
Lebih lanjut, Alif menerangkan selain membekali materi terkait ke-IMK-an, para peserta OAB kali ini tentunya dibekali juga materi yang tidak kalah related dan menarik.
“Pembekalan mengenai kemahasiswaan dan tantangan modernisasi, kemudian mengenai adaptasi dalam menghadapi perubahan sosial yang dalam hal ini adalah e-learning society, hingga materi mengenai teknik loby dan teknik persidangan, dimana hal itu tentunya sangat dibutuhkan para peserta selaku mahasiswa, terlebih dalam menghadapi era society 5.0 ini,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Pelakasana Nur Fachrudin menuturkan, antusias para peserta OAB pun terlihat dari keaktifan mereka ketika memasuki sesi diskusi dengan pemateri.
“Mahasiswa pada hari ini harus berani merespon perkembangan teknologi yang sangat pesat, maka dari itu kader IMK diharuskan adaptif terhadap perkembangan tersebut,” pungkasnya. (OM)





