KUNINGAN ONLINE – Mahasiswa KKN Universitas Islam Al-ihya kelompok 10 di Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung menggelar santunan anak yatim dan pentas seni. Kegiatan ini sekaligus menutup Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Muncangela, (9/9)2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh, PJ bupati Kuningan yang diwakili oleh Camat Cipicung cipicung Deni Hamdani, SE., M.Si. Kepala dinas Peternakan dan Perikanan yang diwakili oleh kepala UPTD peternakan dan perikanan Lebakwangi, Kepala desa muncangela bapak Enco Carsa Porkomimcam, Dosen pembimbing lapangan Bapak Cahyani Wira Prayuda, S.KM., M.PH. pengurus BAZNAS, juga sponsor dan donatur.
Kegiatan ini didukung oleh beberapa instansi dan lembaga, salah satunya BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Dalam laporannya, Roma Adi Prianto sebagai ketua pelaksana menyampaikan terdapat 30 anak yatim yang tercatat untuk diberikan santunan dari 5 dusun di muncangela.
“Harapannya, dengan kegiatan ini dapat merangsang masyarakat khususnya pemerintah desa muncangela agar dapat lebih peduli terhadap masalah masalah sosial, terutama masalah ekonomi dan pendidikan bagi keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.
Dosen pembimbing lapangan, Cahyani Wira Prayuda, S.KM., M.PH mengatakan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kelompok 10 Unisa dapat berkesinambungan, terutama program kerja mahasiswa yang bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Dinas peternakan dan perikanan, dinas kependudukan dan catatan sipil, dinas kesehatan, dinas arsip dan perpustakaan daerah, UPTD Puskesmas Kec. Cipicung serta pemerintah Kecamatan Cipicung yang telah mendukung dan bekerjasama demi kelancaran program yang diusung mahasiswa KKN kelompok 10,” kata Cahyani.
Kepala Desa Muncangela, Ero Casra menuturkan, program kerja mahasiswa KKN kelompok 10 ini membawa perubahan dan dampak positif bagi desa. Khususnya dalam administrasi kependudukan, kesehatan masyarakat, keagamaan juga di bidang UMKM.
“Kami berharap terobosan terobosan yang sudah dilakukan mahasiswa di desa muncangela, dapat diaplikasikan juga oleh desa desa lain agar kebermanfaatan program ini tidak hanya dirasakan oleh desa Muncangela,” ungkapnya.
Selain itu, kelompok KKN desa muncangela mendapatkan respon positif dari masyarakat, melihat antusiasme warga yang selalu ikut berperan aktif dalam melaksanakan program kerja Mahasiswa KKN kelompok 10 desa muncangela. Terutama dari IPSM (Ikatan Pemuda Sutajaya) dan IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Desa Muncangela
Selain santunan, kegiatan penutupan ini juga menampilkan pentas seni yang diisi oleh putra putri desa muncangela. Bekerjasama dengan tiap sekolah dan madrasah yang ada di muncangela, agar merangsang anak didiknya menampilkan kreasi terbaiknya, untuk menghibur masyarakat. (OM)





