Uniku Kembangkan Aplikasi Digital Posyandu di Desa Muncangela

Pendidikan, Sosial1,638 views

KUNINGAN ONLINE – Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Kuningan (Uniku) melaksanakan program bertema “Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat melalui Penerapan Sistem Informasi Posyandu Berbasis Web di Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan”.

Program ini digagas oleh tiga dosen Uniku, yakni Dede Husen, M.Kom., selaku Ketua Pelaksana, bersama Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom., dan Nida Amalia Asikin, M.Pd., sebagai anggota tim. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, kader posyandu, perangkat desa, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Muncangela.

Iklan

Ketua Tim, Dede Husen, menjelaskan bahwa program berangkat dari temuan di lapangan, di mana pencatatan data posyandu masih dilakukan secara manual. Hal ini kerap menimbulkan masalah seperti data hilang, duplikasi, hingga kesulitan dalam rekapitulasi.

“Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim merancang aplikasi siposyandu.com. Melalui aplikasi ini, pencatatan, perekapan, hingga pelaporan data posyandu dapat dilakukan secara digital, bahkan dilengkapi statistik untuk membantu pengambilan keputusan,” ujar Dede.

Iklan

Kepala Desa Muncangela menyambut baik inovasi tersebut. “Kehadiran aplikasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan data kesehatan balita, remaja, dan lansia. Bahkan, kami berharap aplikasi ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tuturnya.

Program yang didanai Kemendikbudristek ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, mulai dari koordinasi, sosialisasi, FGD, hingga pelatihan penggunaan aplikasi. Pelatihan yang berlangsung pada 26 Agustus 2025 diikuti kader posyandu, bidan desa, staf desa, dan perwakilan Puskesmas Cipicung.

“Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Mereka aktif berlatih sekaligus memberikan masukan untuk penyempurnaan aplikasi. Kami berharap digitalisasi posyandu ini bisa membantu deteksi dini masalah gizi dan memperkuat upaya pencegahan stunting,” tambah Dede.

Sebagai penutup, tim PkM Uniku menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung program ini.

“Berkat sinergi dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, dan Uniku, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Semoga aplikasi ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (OM)