KUNINGAN ONLINE – Pemuda Muhammadiyah Kuningan menggelar acara pengukuhan dan peluncuran program Kampung Alpukat serta beasiswa sebesar Rp 1 miliar untuk siswa SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMK.
Beasiswa juga dipersiapkan untuk kuliah dan dipilih 5 orang dari yang 100 siswa akan dibiayai untuk kuliah. Program ini diinisiasi oleh kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Kuningan periode 2023-2027 dan berlangsung di Dusun Kliwon, Desa Muncangela, Minggu (11/8/2024).
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan, M Agung Tri Sutrisno menjelaskan bahwa Kampung Alpukat merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang dirancang oleh Pemuda Muhammadiyah.
“Kampung Alpukat ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Hari ini, kami menyalurkan sekitar 130 bibit alpukat yang akan ditanam di halaman depan rumah warga,” ujar Agung.

Agung menambahkan, penanaman alpukat di setiap rumah warga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Muncangela.
“Kami berharap 30 hingga 40 persen dari warga yang menanam alpukat di halaman rumahnya bisa melanjutkan menanam di kebun-kebun yang selama ini terbengkalai. Dengan begitu, julukan Kampung Alpukat layak disematkan kepada Desa Muncangela,” katanya.
Selain Kampung Alpukat, Pemuda Muhammadiyah Kuningan juga meluncurkan program beasiswa senilai Rp 1 miliar. Beasiswa ini akan diberikan kepada 100 siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK.
“Beasiswa ini mencakup biaya SPP selama tiga tahun, uang bangunan, dan satu setel seragam. Kami mengundang masyarakat Kabupaten Kuningan yang memiliki anak kelas 3 SMP untuk mendaftar beasiswa ini,” ungkap Agung.
Ia juga menekankan pentingnya program ini di tengah kondisi Kabupaten Kuningan yang saat ini mengalami kesulitan finansial.
“Kami berusaha memberikan kontribusi nyata, baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui Kampung Alpukat maupun dalam bidang pendidikan dengan menyediakan beasiswa ini. Angka putus sekolah di Kabupaten Kuningan masih tinggi, dan kami ingin memastikan bahwa tidak ada alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah karena masalah biaya,” tutup Agung.
Acara peluncuran ini sekaligus menjadi kado ulang tahun untuk Kabupaten Kuningan, dengan harapan dapat memicu pemerintah daerah untuk menghadirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan. (OM)





