240 ASN Pemkab Kuningan Dilantik, Penguatan Birokrasi Jadi Fokus

Pemerintahan88 views

KUNINGAN ONLINE — Sebanyak 240 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Jumat (13/2/2026), di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Setda Kuningan. Rotasi tersebut meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Kuningan Nomor 309 Tahun 2026 tentang Alih Tugas Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta Keputusan Bupati Kuningan Nomor 310 Tahun 2026 tentang Pengangkatan, Alih Tugas, dan Pengukuhan Jabatan Administrator dan Pengawas.

Iklan

Dari total 240 ASN yang dilantik, sebanyak 8 orang merupakan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 232 lainnya pejabat Administrator serta Pengawas.

Rotasi dan pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus penyegaran birokrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kuningan.

Iklan

Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Adapun delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 309 Tahun 2026 tanggal 12 Februari 2026, yakni:

Deniawan sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.

Guruh Irawan Zulkarnaen sebagai Sekretaris DPRD.

Toto Toharudin sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Toni Kusumanto sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian.

Carlan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Mohammad Budi Alimudin sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Deni Hamdani sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Mutofid sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penguatan komitmen pengabdian ASN. Proses penempatan pejabat, kata dia, telah melalui tahapan dan pertimbangan teknis bersama Tim Penilai Kinerja.

“Dedikasi tidak mengenal lokasi dan profesionalisme tidak mengenal posisi. Di mana pun Saudara ditempatkan, berikan performa terbaik dan jadilah solusi, bukan bagian dari masalah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya empati dalam pelayanan publik. ASN disebut sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah, sehingga kecepatan respons, kualitas pelayanan, serta sikap humanis harus terus ditingkatkan.

Menurutnya, jabatan adalah amanah sementara, sedangkan jejak pengabdian akan selalu dikenang masyarakat. Karena itu, setiap pejabat diminta menjaga integritas, meninggalkan zona nyaman, serta adaptif terhadap kebutuhan publik.

“Pelantikan ini semoga menjadi energi dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Kuningan ke depan. Hari ini kita melaksanakan mutasi pejabat eselon II, III, dan IV. Ini rangkaian mutasi yang ketiga bersama Ibu Wakil Bupati, jumlahnya sekitar 240-an,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang telah menjalankan tugas sebelumnya. Ia menegaskan bahwa mutasi merupakan bentuk kepercayaan untuk mengisi kebutuhan organisasi sekaligus memperkuat visi pembangunan daerah menuju birokrasi yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat. (OM)