KUNINGAN ONLINE – Santri SDIT Al-Fattah Kuningan berhasil menembus final Olimpiade Nasional Bidang Matematika, Sains dan Bahasa Inggris untuk jenjang SD/MI Sederajat Season 4 yang diselenggarakan secara online via Zoom. Keberhasilan mereka meraih prestasi ini diumumkan pada Kamis (11/12/25).
Olimpiade Nasional adalah lembaga swasta yang menyediakan wadah bagi anak-anak Indonesia, mulai dari jenjang TK, PAUD, SD/MI hingga SMP dan SMA, untuk mengasah kemampuan serta membangun rasa percaya diri. Lembaga ini menyelenggarakan program olimpiade setiap tiga bulan sekali, yang dapat diikuti oleh anak-anak dari seluruh Indonesia.
Tahun ini, olimpiade tersebut diramaikan oleh ribuan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Penilaiannya tidak hanya dilihat dari aspek ketepatan jawaban, tetapi juga dari aspek kecepatan menjawab soal. Pada babak penyisihan, para santri SDIT Al-Fattah Kuningan melawan ratusan peserta dengan nilai yang memuaskan.
Hasilnya, 16 dari puluhan santri SDIT Al-Fattah Kuningan catutkan namanya untuk mengikuti babak final pada Minggu (12/12/25). Mereka adalah:
Bidang Bahasa Inggris:
(1). Kaisan Muhammad Laiqa 85 kls 1; (2). M. Aksar Dzikri Firdaus 65 kls 2, dan;
(3). Sybil Rakhsandrina Nesha 95 kls 4.
Bidang Matematika:
(1). Kaysan Muhammad Laiqa 90 kls 1
(2). Sybil Rakhsandrina Nesha 100 Kls 4, dan;
(3). Ahmad Azzam Rabbani 75 kls 6.
Bidang Sains:
(1). Alifa Sakia Handayani 100 kls 2;
(2). Nadia Aurora 65 kls 5;
(3). Sybil Rakhsandrina Nesha 55 kls 4;
(4). Aiko Kireina Jou Sopian 70 kls 6;
(5). Almahira Zein 75 kls 6;
(6). Aqila Qisya Ameera 85 kls 6;
(7). Julian Brigadir 75 kls 6;
(8). Kiran Zulva 60 kls 6;
(9). Messi Albi Abdillah 80 kls 6, dan
(10). Masayu Zafira 85 kls 6.
“Prestasi ini tentu saja sangat membanggakan, dan patut kita syukuri. Semoga ini menjadi pelajaran dan pengalaman bagi para santri yang mengikutinya agar meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam bidang-bidang yang diminati,” ujar Ust. Masyhudi, S.Pd., Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan.
Ia berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh santri dalam meningkatkan kemampuan mereka.
Pengasuh Pesantren Anak Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. KH Aang Asy’ari yang saat ini sedang di Spanyol melakukan akreditasi lembaga halal di Alicante Spanyol dan Swedia, mengapresiasi prestasi luar biasa 16 santri SDIT Al-Fattah yang berhasil menembus final Olimpiade Nasional di bidang Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris.
Pihaknya menekankan bahwa ini adalah bukti konsistensi al-Fattah dalam mewujudkan visinya, yaitu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak.
“Prestasi ini adalah hasil dari komitmen kami untuk mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, serta membekali santri dengan ilmu yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar KH Aang.
Dirinya berharap prestasi ini dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berkembang dan berinovasi, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi Al-Fattah dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global.
Sekedar informasi, Pondok Pesantren Al-Fattah dikenal sebagai sekolah Islam dengan pendekatan kurikulum internasional. Sekolah ini menjadi SD pertama di Kabupaten Kuningan yang menerapkan kurikulum internasional untuk pembelajaran di tingkat dasar.
Al-Fattah hadir sebagai lembaga yang mengintegrasikan nilai Islam, keunggulan akademik, dan wawasan global. Dengan komitmen mencetak generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia, kami menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, nyaman, dan bernuansa islami.
Sementara, SDIT Al-Fattah menyediakan dua pilihan sistem pendidikan sesuai kebutuhan siswa dan orang tua: Full Day School, dengan pembelajaran dari pagi hingga sore, disertai pembiasaan ibadah, tahfidz, serta penguatan karakter.
Boarding School, berbasis asrama dengan pembinaan intensif 24 jam yang membentuk kedisiplinan dan kemandirian dalam suasana islami.
Keduanya dirancang untuk membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, berempati, cinta ilmu, agama, dan negara.
Selain itu, SDIT Al-Fattah menerapkan kombinasi kurikulum nasional dan kurikulum internasional pada mata pelajaran: Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.
Dengan metode aktif, komunikatif, dan berbasis life skill, siswa dilatih memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kompetitif secara global tanpa meninggalkan identitas keislaman. Tagline SDIT Al-Fattah: “Sekolah Islam, Kurikulum Internasional.” (OM)





