JAKARTA – Meski harus puas finis di posisi runner-up dalam ajang voli nasional U-18, semangat juang tim putri Wahana Ajaib Kuningan tetap mendapat apresiasi tinggi. Pencapaian menembus partai final dinilai menjadi bukti kualitas dan kerja keras para atlet muda asal Kabupaten Kuningan di level nasional.
Tim Manager Wahana Ajaib Kuningan, Nuzul Rachdy, SE, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan luar biasa yang telah ditunjukkan para atlet sepanjang turnamen berlangsung.
Menurutnya, seluruh pemain telah tampil maksimal dengan semangat pantang menyerah sejak babak awal hingga laga final.
Dalam suasana pasca pertandingan yang penuh haru dan kebanggaan, Nuzul menegaskan bahwa keberhasilan menjadi finalis nasional tidak diraih dengan mudah.
Ia menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan disiplin, kekompakan tim, serta mental bertanding yang kuat dari seluruh pemain dan jajaran pelatih.
“Anak-anak sudah berjuang luar biasa. Mereka bermain penuh semangat dan membawa nama baik Kuningan di tingkat nasional dengan sangat membanggakan,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Dari sekitar 40 tim terbaik yang mengikuti kompetisi nasional tersebut, Wahana Ajaib Kuningan berhasil menembus partai final dan mengakhiri turnamen sebagai juara kedua nasional. Hasil tersebut menjadi capaian membanggakan bagi dunia olahraga voli di Kabupaten Kuningan.
Kekalahan di partai puncak pun dinilai sebagai hasil yang terhormat. Pasalnya, lawan yang dihadapi merupakan tim kuat sekaligus juara bertahan nasional, yakni O2C Kabupaten Bandung.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, para pemain tetap menunjukkan sportivitas, kekompakan, dan mentalitas juara dengan saling menguatkan satu sama lain usai pertandingan berakhir.
Nuzul berharap pencapaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi besar bagi para atlet muda Wahana Ajaib untuk terus meningkatkan kemampuan dan kembali tampil lebih kuat pada kompetisi berikutnya.
Menurutnya, atmosfer kebersamaan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain menjadi bukti bahwa prestasi tidak hanya diukur dari trofi semata, tetapi juga dari perjuangan, solidaritas, dan kebanggaan membawa nama daerah di pentas nasional. (OM)









