UM Kuningan Gandeng Kementerian P2MI, Buka Peluang Magang dan Kerja Luar Negeri bagi Mahasiswa

Pendidikan87 views

KUNINGAN ONLINE – Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menjalin sinergi strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperluas akses mahasiswa terhadap program magang dan kerja di luar negeri.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global, sekaligus memastikan perlindungan optimal bagi calon pekerja migran Indonesia yang berasal dari kalangan terdidik.

Iklan

Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Menurutnya, melalui program ini mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga dibekali pengalaman kerja internasional yang relevan dengan bidang keilmuan mereka.

Iklan

“Mahasiswa harus siap menghadapi persaingan global. Program ini menjadi kesempatan besar agar lulusan memiliki kompetensi, pengalaman, dan kesiapan kerja yang lebih kuat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Melalui sinergi tersebut, mahasiswa UM Kuningan akan mendapatkan akses ke berbagai program magang di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Malaysia, hingga kawasan Timur Tengah.

Selain itu, para lulusan juga berpeluang mengikuti skema penempatan kerja luar negeri berbasis kompetensi melalui jalur resmi pemerintah yang lebih aman dan terjamin.

Perwakilan Kementerian P2MI menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia.

Lulusan perguruan tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pekerja migran profesional karena didukung keterampilan teknis, kesiapan mental, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman budaya kerja global.

Sebagai bagian dari program, mahasiswa akan mengikuti tahapan terstruktur mulai dari proses seleksi, pelatihan pra-keberangkatan, hingga pendampingan selama menjalani magang atau bekerja di luar negeri.

Materi pembekalan meliputi penguatan kemampuan bahasa asing, keterampilan kerja, pemahaman budaya, hingga regulasi ketenagakerjaan di negara tujuan.

UM Kuningan juga akan mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi guna memastikan pengalaman yang diperoleh mahasiswa tetap selaras dengan bidang studi masing-masing.

Program ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa secara individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan reputasi UM Kuningan di tingkat internasional.

Melalui kerja sama ini, UM Kuningan dan Kementerian P2MI optimistis dapat mencetak generasi muda yang siap bersaing secara global, profesional, serta mampu menjadi representasi bangsa di dunia kerja internasional. (OM)