KUNINGAN ONLINE – Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati pada tanggal 16 Oktober. Tema yang diangkat oleh Food and Agriculture Organization (FAO) PBB pada peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2021 kali ini adalah “Masa depan makanan ada di tangan kita” atau “The future of food is in our hands”.
Seperti yang kita ketahui pandemi Covid-19 telah menyebabkan keadaan di dunia menjadi darurat sejak awal tahun 2020. Risiko kelangkaan pangan menjadi hal yang dikhawatirkan terjadi akibat efek pandemi Covid-19 ini.
Di era new normal ini, program ketahanan pangan perlu diprioritaskan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang sehat, bergizi, beragam, dan terjangkau.
Program ketahanan pangan diupayakan tetap bersinergis dengan program diversifikasi pangan lokal yang mempopulerkan potensi pangan lokal pada berbagai daerah di Indonesia tak terkecuali di wilayah Ciayumajakuning.
Dalam mendukung program tersebut, tim riset Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan yang terdiri atas 3 orang dosen dan 5 orang mahasiswa ini melakukan penelitian mengenai pemanfaatan komoditas lokal Ciayumajakuning.
Ketua tim peneliti Slamet Hadi Kusumah menyebutkan bahwa selain padi, wilayah Ciayumajakuning memiliki potensi komoditas pangan lokal yang cukup melimpah yaitu ubi jalar, ubi kayu, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, hanjeli, porang, talas, dan lain-lain.
“Selain itu, terdapat komoditas pangan lokal yang perlu dijaga kelestariannya agar tidak punah diantaranya adalah umbi garut, umbi gembili, umbi ganyong, suweg, kacang tunggak, kacang koro dan lainnya,” sebut Slamet yang juga merupakan Dosen Teknologi Pangan Unisa.
Ia menerangkan bahwa pada tahun 2021 ini, pihaknya memfokuskan pada pemanfaatan komoditas kacang-kacangan lokal menjadi sumber protein nabati.
Menurutnya, komoditas yang dimanfaatkan diantaranya adalah kacang hijau diambil dari wilayah Ciwaringin Kabupaten Cirebon, kacang merah diambil dari wilayah Argapura Kabupaten Majalengka, dan kedelai dari wilayah Kabupaten Kuningan.
Sementara, Aisyah Nurkhopipah selaku anggota tim dan Dosen Ilmu Gizi Unisa menjelaskan bahwa kacang hijau, kacang merah, dan kedelai memiliki kandungan protein masing-masing sekitar 22%, 29%, dan 36%, selain itu kaya akan asam amino esensial yang cukup lengkap dan dibutuhkan oleh tubuh, diantaranya isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, threonin, dan valin.
“Saat ini kami telah menghasilkan bubuk konsentrat protein kacang hijau, bubuk konsentrat protein kacang merah, dan konsentrat protein kacang kedelai dengan kadar protein bisa mencapai 80-90%,” jelas Aisyah.
Kemudian, Anggota tim riset Ahmad Fikri menerangkan bahwa protein yang terkandung pada biji kacang-kacangan tersebut diisolasi dengan metode asam basa.
Melalui metode tersebut, lanjutnya, protein akan terpisah dari komponen lainnya dan membentuk endapan. Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan metode spray drying agar menjadi bubuk.
“Bubuk konsentrat protein kacang-kacangan ternyata memiliki manfaat dan kegunaan sebagai bahan tambahan pangan dan ingridien,” terangnya.
Sementara, selalu Ketua Prodi Teknologi Pangan Unisa, Suci Apsari Pebrianti menambahkan, bahwa bubuk konsentrat protein ini memiliki manfaat dalam beberapa sistem pangan contohnya adalah sebagai pelarut minuman, bahan pengikat dalam produk olahan daging, campuran corned chicken, formula makanan bayi dan produk bahan berprotein tinggi (high protein food) seperti cookies, foodbar, biskuit, dan lainnya.
Terpisah, Kepala LPPM Unisa Kuningan, Muhajir Affandi turut mengapresiasi kinerja tim riset Unisa yang telah sukses menyelesaikan tugas penelitian.”Besar harapan kami, semoga hasil riset ini terus berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak,” harapnya.
Sementara itu, Jaenal Gopur Asmanul Salam, selaku Dekan Fakultas Teknik Unisa Kuningan, mengucapkan selamat memperingati hari pangan sedunia.
“Mari kita berinovasi dan mengembangkan potensi pangan lokal yang ada di wilayah masing-masing agar bisa dimanfaatkan serta besar harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Coy)





