Tepis Anggapan Hanya Janji, Direktur PAM Pastikan Proyek Reservoar Telaga Nilam Dimulai Desember

KUNINGAN ONLINE – Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra, M.P, memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat Desa Cikalahang, Kabupaten Cirebon mengenai belum dimulainya pembangunan fasilitas air bersih di kawasan Telaga Nilam.

Ia menegaskan bahwa pembangunan reservoar tetap berjalan sesuai rencana dan dipastikan mulai dikerjakan pada minggu kedua Desember 2025.

Iklan

Ukas menjelaskan bahwa rencana pembangunan reservoar tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah memiliki kesepakatan teknis serta lokasi yang final. Ia menyebutkan, keterlambatan pelaksanaan hanya disebabkan proses finalisasi anggaran oleh mitra kerja sama.

“Pembangunan reservoar sudah disepakati dan akan dimulai minggu kedua Desember. Kalau kemudian muncul anggapan bahwa PAM hanya memberi janji, itu karena proses administrasi keuangannya sedang disiapkan oleh pihak pengelola,” ujar Ukas kepada Kuninganonline.com , Rabu (26/11/2025).

Iklan

Menurutnya, pendanaan proyek tidak bersumber dari kas PAM Tirta Kamuning melainkan disiapkan oleh PT Tirta Kuning Ayu Sukses (TKAS), perusahaan yang mengelola kerja sama penyediaan air curah Kuningan–Indramayu. Karena itu, seluruh alur administrasi harus mengikuti mekanisme internal perusahaan tersebut.

“Dalam pertemuan besok, kami akan menyampaikan jadwal pelaksanaan secara lengkap dan mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya nanti. Dari pihak TKAS, anggaran memang sudah direncanakan sejak awal, tinggal realisasi pelaksanaannya,” ucapnya.

Baca Berita : https://kuninganonline.com/warga-cikalahang-cirebon-sampaikan-surat-terbuka-ke-gubernur-kdm-terkait-krisis-air-telaga-nilam-pam-kuningan-hanya-janji/

Menanggapi keluhan warga Cikalahang yang menilai penyediaan air bersih berjalan lambat, Ukas memahami keresahan masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur air membutuhkan proses teknis yang tidak dapat diputuskan secara spontan.

“Pekerjaan teknis seperti ini harus dilakukan bertahap, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga kesiapan lapangan. Kami tidak menunda, tetapi mengikuti proses agar pelaksanaannya tepat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa PAM Tirta Kamuning tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan publik.

“Kami tidak anti kritik. Semua kritik dan saran kami terima, apalagi jika kritik yang membangun disampaikan secara bijak. Sebagai BUMD pelayanan, kami justru membutuhkan masukan untuk meningkatkan kualitas layanan,” tegasnya.

Ukas berharap polemik mengenai pembangunan fasilitas air bersih di Telaga Nilam dapat mereda sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman baru.

Ia memastikan PAM Tirta Kamuning bersama PT TKAS tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara optimal. (OM)