Sembilan Masjid di Kuningan Jadi Titik Layanan “Masjid Ramah Pemudik” Kemenag

Pemerintahan, Sosial1,104 views

KUNINGAN ONLINE – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik sebagai bagian dari upaya memberikan layanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Secara nasional, lebih dari 6.800 masjid di berbagai daerah telah ditetapkan sebagai titik layanan dan resmi dilaunching pada Rabu (11/3/2026).

Di Kabupaten Kuningan, Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, menyampaikan bahwa terdapat sembilan masjid yang ditetapkan sebagai lokasi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid tersebut dipilih karena dinilai representatif serta berada di lokasi strategis untuk melayani para pemudik yang melintas di wilayah Kuningan.

Iklan

Adapun sembilan masjid tersebut yakni:

  1. Masjid Hidayatul Muslimin, Kecamatan Darma
  2. Masjid Baiturrahman, Kecamatan Kadugede
  3. Masjid Al-Istiqomah, Cilimus, Kecamatan Cilimus
  4. Masjid Baitul Ma’mur, Sampora, Kecamatan Cilimus
  5. Masjid An-Nur, Kecamatan Kramatmulya
  6. Masjid Al-Muttaqin, Ciporang Kecamatan Kuningan
  7. Masjid Miftahussalam, Kedungarum Kecamatan Kuningan
  8. Masjid Al-Mir’at, Kecamatan Pancalang
  9. Masjid Miftahussa’adah, Legok Kecamatan Cidahu

Romdony menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga saat momentum Idulfitri.

Iklan

Menurutnya, keberadaan masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik untuk beristirahat sejenak, meregangkan otot, beribadah, maupun menghilangkan rasa lelah dan kantuk selama perjalanan.

“Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadi ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi para pemudik di tengah perjalanan menuju kampung halaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini akan efektif selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran. Selama masa tersebut, masjid-masjid yang menjadi titik layanan akan dibuka selama 24 jam guna memberikan pelayanan kepada para pemudik.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa setempat, Babinsa, Kapolsek, serta puskesmas. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan aspek perizinan, keamanan, serta layanan kesehatan bagi para pemudik dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ridlo Maulana, menjelaskan bahwa masjid yang ditunjuk sebagai Masjid Ramah Pemudik merupakan masjid yang memiliki fasilitas memadai serta berada di jalur strategis yang dilalui pemudik.

“Masjid-masjid tersebut berada di pinggir jalan utama yang ramai dilalui pemudik, memiliki serambi yang luas untuk tempat istirahat, fasilitas toilet yang bersih, serta area parkir yang memadai,” jelasnya.

Selain itu, beberapa masjid juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti air minum, kopi, jaringan wifi, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang singgah.

Ridlo juga mengajak para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk turut berpartisipasi aktif menyambut para pemudik di masjid-masjid tersebut, sehingga program Masjid Ramah Pemudik dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (OM)