KUNINGAN ONLINE – Kabupaten Kuningan memiliki sejarah panjang dalam dinamika kepemimpinan daerah sejak masa kemerdekaan. Para bupati dan wakil bupati yang pernah menjabat telah mewarnai perjalanan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat di wilayah berjuluk Kota Kuda ini.
Bupati pertama Kuningan adalah R. Holland Soekmadiningrat, yang menjabat pada periode 1947–1949. Di masa awal kemerdekaan ini, tantangan besar dihadapi dalam menata birokrasi pemerintahan dan konsolidasi keamanan.
Pada tahun 1950–1951, kepemimpinan dilanjutkan oleh R. Moch. Hail. Selanjutnya, nama Saleh Alibasah tercatat sebagai bupati dengan masa jabatan terpanjang, yakni dari 1958 hingga 1981. Namun, di sela kepemimpinannya, muncul pula nama R. Aruman Wirananggapatih (1967–1973) dan Karli Akbar (1973–1978), yang diduga menjabat dalam konteks tugas atau jabatan struktural tertentu.
Masa transisi berikutnya mencatat kepemimpinan R.H. Unang Sunardjo (1978–1983), dilanjutkan oleh Drs. H.M. Djufri Pringadi (1983–1988), Drs. H. Subandi (1988–1993), dan H. Yeng D.S. Partawinata (1993–1998). Kemudian, Drs. H. Arifin Setiamihardja memimpin hingga tahun 2003.
Era baru pemerintahan daerah dimulai dengan kepemimpinan H. Aang Hamid Suganda selama dua periode dari 2003 hingga 2013. Di tengah masa tersebut, Drs. H. Abi Sutrisno sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati pada tahun 2008.
Setelah itu, Hj. Utje Choeriyah Hamid Suganda menjadi bupati perempuan pertama di Kuningan, menjabat pada periode 2013–2016. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh H. Acep Purnama, yang sebelumnya adalah Wakil Bupati mendampingi Hj. Utje. Acep menjabat sebagai Bupati Kuningan definitif dari 2016 hingga 2023.
Pasca Acep, dua pejabat sementara sempat memimpin Kuningan, yakni Dr. Drs. H. Raden Iip Hidajat (2023–2024) dan Dr. H. Agus Toyib (2024).
Kini, kepemimpinan Kuningan berada di tangan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, yang dilantik sebagai Bupati Kuningan periode 2025–2030.
Wakil Bupati Kuningan: Peran Strategis dalam Pemerintahan Daerah
Jabatan Wakil Bupati Kuningan juga memiliki kontribusi penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Dimulai dari Drs. H. Aan Suharso, M.Si. (2003–2008), kemudian dilanjutkan oleh Drs. H. Momon Rochmana, M.M. (2008–2013).
Pada periode 2013–2016, H. Acep Purnama menjadi Wakil Bupati, sebelum naik menjadi Bupati. Posisinya kemudian digantikan oleh Dede Sembada (2016–2018) dan M. Ridho Suganda (2018–2023).
Dalam pemerintahan saat ini, posisi Wakil Bupati diemban oleh Tuti Andriani, yang menjabat untuk periode 2025–2030 mendampingi Bupati Dian Rachmat Yanuar. (OM)





