Diskatan Kuningan Gelar Rakor LTT, Targetkan 75.682 Hektare Lahan Tanam

Pemerintahan, Sosial1,956 views

KUNINGAN ONLINE — Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Tahun 2025, Kamis (17/7/2025), bertempat di Aula Diskatan Kuningan.

Iklan

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanaman padi di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan. Rapat dihadiri oleh jajaran UPTD, penyuluh pertanian, serta perwakilan dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI.

LTT: Bukan Sekadar Target, Tapi Misi Bersama

Iklan

Dalam arahannya, Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menekankan bahwa LTT bukan hanya urusan administratif, melainkan cerminan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan krisis pangan global.

“Kementan memberi kita satu penegasan penting: LTT, LTT, dan LTT. Bukan sekadar repetisi, tapi penekanan bahwa menambah luas tanam adalah instrumen utama dalam menjaga stabilitas pangan negeri,” ujar Wahyu.

Ia menyebut target LTT Kuningan tahun ini mencapai 75.682 hektare, yang harus dikawal bersama hingga benar-benar terwujud. Selain padi sawah, Kuningan juga terus mendorong pengembangan komoditas alternatif seperti ubi jalar, yang dinilai adaptif dan bernilai ekonomi, tanpa melupakan fokus utama pada produksi beras.

Wahyu pun menginstruksikan agar para penyuluh pertanian menjadi motor percepatan tanam di lapangan, mulai dari edukasi, pemantauan, hingga pelaporan.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan benih bersubsidi, percepatan masa tanam, peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali setahun, serta optimalisasi lahan non-sawah seperti padi gogo.

“Satu hektare sawah yang tertanami berarti satu langkah besar menuju kedaulatan pangan. Setiap data harus akurat, setiap tanam harus tercatat. Kita tidak sekadar bertanam, tapi menjaga harapan,” tegasnya.

Dukungan Pusat untuk Daerah

Perwakilan dari BRMP Kementerian Pertanian RI, Mochlisin Fathurohman, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Kabupaten Kuningan dalam mendukung target nasional.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberi dukungan moral, tapi juga untuk terjun langsung mendampingi. BRMP bertanggung jawab pada empat program utama: OPLAH, LTT, Brigade Pangan, dan Padi Gogo,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi data panen agar kebijakan yang diambil pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan.

Gaspol LTT 2025: Fondasi Masa Depan Pangan

Rapat koordinasi ini menjadi simbol sinergi lintas sektor yang kokoh—antara pusat dan daerah, antara kebijakan dan implementasi lapangan.

Melalui program Gaspol LTT 2025, Kabupaten Kuningan menunjukkan bahwa kerja kolaboratif, berbasis data dan aksi nyata di lapangan, mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan. (OM)