KUNINGAN ONLINE – Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan, Indah Nur Aliah, bersama jajaran Wanoja Perjuangan menghadiri kegiatan kolaborasi PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cigandamekar dengan Karang Taruna Desa Sangkanurip, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kehadiran Wanoja Perjuangan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komunikasi dengan struktur PAC PDI Perjuangan di tingkat kecamatan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat dan generasi muda melalui kegiatan positif.
Indah Nur Aliah mengatakan, kegiatan bersama PAC PDI Perjuangan dan Karang Taruna bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan.
“Ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan. Semangat gotong royong dan nasionalisme harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat,” ujar Indah kepada Kuninganonline.com.
Menurut Indah, momentum HUT RI ke-81 harus diisi dengan kegiatan yang mampu mempererat persaudaraan dan membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kolaborasi PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cigandamekar bersama Karang Taruna Desa Sangkanurip dan Wanoja Perjuangan.
Nuzul menegaskan, kegiatan yang melibatkan masyarakat merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang menjadi napas PDI Perjuangan.
“Filosofi PDI Perjuangan adalah partai yang lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting. Kita hadir bukan hanya ketika ada kepentingan politik, tetapi harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Nuzul.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya semangat kerakyatan dan gotong royong. Pancasila, kata dia, tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, kebersamaan dan kerja nyata.
“Gotong royong adalah kekuatan kita. Dalam PDI Perjuangan, kita mengenal semangat satu untuk semua, semua untuk satu. Artinya, tidak boleh ada yang berjalan sendiri. Struktur partai, sayap partai, pemuda dan masyarakat harus bisa bersinergi untuk melakukan hal-hal yang memberikan manfaat,” katanya.
Nuzul juga menilai keterlibatan Karang Taruna dalam kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam membangun generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Semangat Bung Karno adalah membangun bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri, bangsa yang berdaulat dan berkepribadian dalam kebudayaan. Nilai-nilai itu harus kita teruskan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan membangun kebersamaan dari tingkat desa,” tuturnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.
“Kalau kita ingin Indonesia kuat, maka harus dimulai dari masyarakat yang kuat. Kalau desa kuat, kecamatan kuat, Kabupaten Kuningan juga akan semakin kuat. Itulah semangat perjuangan yang harus terus kita rawat bersama,” pungkas Nuzul.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kemerdekaan. Selain menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 RI, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara PDI Perjuangan, Wanoja Perjuangan, Karang Taruna dan masyarakat Desa Sangkanurip. (OM)







