Rokhmat Ardiyan Bawa Program Presiden ke Cigadung, 400 Sambungan Listrik Gratis Disalurkan

Politik, Sosial80 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan (HRA) memanfaatkan masa reses dengan menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus menghadiri penyaluran Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Gedung Serbaguna Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Kamis (30/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rokhmat Ardiyan turut didampingi Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, Plt Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto Tohari, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta ratusan warga penerima manfaat.

Iklan

Selain berdialog dengan masyarakat, kegiatan reses juga diwarnai kuis dan pembagian paket sembako kepada warga.

Program BPBL merupakan bantuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa pemasangan sambungan listrik baru secara gratis bagi rumah tangga yang belum memiliki akses listrik dan memenuhi persyaratan.

Iklan

Rokhmat Ardiyan mengatakan, program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar.

Ia menyampaikan, hingga 2025 sekitar 3.500 sambungan listrik gratis telah terealisasi di Kabupaten Kuningan. Sementara pada 2026, kembali dialokasikan sekitar 400 sambungan listrik gratis untuk masyarakat.

“Teman-teman media bisa menyaksikan sendiri bahwa pemasangan listrik ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Ini program kasih sayang Bapak Presiden Prabowo agar seluruh masyarakat bisa menikmati listrik. Tidak ada diskriminasi, semua desa dan semua warga berhak mendapatkan akses listrik,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, pemerataan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah, tetapi juga dapat menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Cigadung Bambang Supriyadi, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat. Salah satunya terkait rencana pengembangan Alun-alun Cigadung agar menjadi kawasan yang memiliki daya tarik sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wahana edukasi masyarakat.

Selain itu, pihak kelurahan juga mendorong penguatan pemberdayaan Karang Taruna agar semakin aktif menjadi penggerak kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Kuningan sekaligus Plt. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, mengatakan berbagai aspirasi masyarakat Cigadung selama ini terus diperjuangkan melalui Fraksi Gerindra.

Mulai dari pengembangan sektor peternakan hingga peningkatan infrastruktur jalan di kawasan permukiman menjadi bagian dari aspirasi yang terus dikawal.

Terkait pengembangan Alun-alun Cigadung, Toto mendorong pemerintah kelurahan segera menyiapkan proposal. Ia menilai kawasan tersebut juga dapat dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani mengapresiasi pelaksanaan program BPBL. Menurutnya, akses listrik dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup sekaligus membuka peluang produktivitas ekonomi keluarga.

Pemkab Kuningan, kata Tuti, akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan dapat semakin banyak dirasakan masyarakat.

Ia juga berharap revisi RTRW Kabupaten Kuningan segera disahkan sehingga dapat membuka peluang investasi dan mendorong hadirnya sektor industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Kawal PIP, KIP, Infrastruktur hingga Rutilahu

Dalam reses tersebut, Rokhmat Ardiyan juga memaparkan sejumlah program pemerintah pusat yang telah diperjuangkan untuk Kabupaten Kuningan.

Di antaranya penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dukungan pembangunan infrastruktur jalan dari pemerintah pusat sekitar Rp14,5 miliar, serta bantuan 100 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Khusus bantuan Rutilahu, Rokhmat menegaskan masyarakat penerima harus mendapatkan bantuan secara utuh tanpa adanya potongan.

“Untuk bantuan Rutilahu tidak boleh ada potongan. Nilainya Rp20 juta harus diterima penuh oleh masyarakat penerima manfaat,” tegasnya.

Ia juga memperkenalkan sejumlah program nasional seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya merupakan bagian dari investasi pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Rokhmat mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila masih menemukan anak putus sekolah, keluarga miskin ekstrem maupun rumah yang belum tersambung listrik.

“Silakan laporkan. Kita akan coba fasilitasi agar masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan program pemerintah,” katanya.

Berharap Investasi Masuk dan Lapangan Kerja Bertambah

Rokhmat juga mengapresiasi Pemkab Kuningan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang dinilainya terus berupaya menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia berharap revisi RTRW dapat segera disahkan sehingga investasi masuk ke Kabupaten Kuningan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Saya digaji oleh rakyat, maka saya harus berbuat yang terbaik untuk rakyat. Mudah-mudahan dengan RTRW yang segera disahkan, investasi masuk ke Kuningan sehingga masyarakat tidak perlu lagi bekerja jauh ke Cirebon, Brebes atau Majalengka. Uangnya tidak habis untuk ongkos transportasi,” pungkasnya. (OM)