PWI Kuningan Bekali Pelajar SMPN 2 Kuningan Cara Mengenali Kejahatan Siber

Sosial, Teknologi171 views

KUNINGAN ONLINE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan membekali pelajar SMP Negeri 2 Kuningan dengan pengetahuan literasi digital, jurnalistik, dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui program JURAGAN + AI (Jurnalis Anak Sekolahan yang Makin Cerdas!).

Kegiatan yang berlangsung pekan lalu tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap penggunaan teknologi digital secara bijak, sekaligus mengenali berbagai ancaman kejahatan siber yang kerap terjadi di ruang digital.

Iklan

Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan materi mengenai produksi konten digital, mobile journalism, penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik, pemanfaatan AI, hingga pemeriksaan fakta atau fact-checking.

Materi tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya penggunaan telepon pintar dan media sosial di kalangan pelajar. Berbagai risiko seperti penipuan daring, penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan akun media sosial perlu dipahami sejak dini.

Iklan

Pelajar juga diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di internet. Sebab, tidak semua informasi maupun tautan yang ditemukan di media sosial dapat dipercaya atau aman untuk diakses.

Kepala SMPN 2 Kuningan, Dr. Ariyanto, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Ustaz Eman Sulaeman, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi yang digagas PWI Kabupaten Kuningan tersebut.

Menurut Eman, pembekalan literasi digital dan jurnalistik dapat memperluas wawasan siswa sekaligus mendorong mereka memanfaatkan teknologi secara lebih bertanggung jawab.

“Kami mengapresiasi PWI Kabupaten Kuningan yang telah memberikan edukasi literasi digital kepada siswa SMPN 2 Kuningan. Materi jurnalistik dan pemanfaatan kecerdasan buatan ini diharapkan menambah wawasan siswa, sehingga mereka lebih bijak menggunakan teknologi, mampu memilah informasi, dan menghasilkan konten yang positif,” ujar Eman, Senin (26/10/2026).

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kebiasaan siswa untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

Literasi digital, lanjutnya, menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Selain meningkatkan kreativitas, pemahaman tersebut juga diperlukan untuk menghindari risiko penyalahgunaan teknologi.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kuningan, Nunung Khazanah, dalam penjelasan mengenai program JURAGAN + AI menekankan pentingnya pengenalan jurnalistik kepada pelajar sebagai bagian dari upaya membangun pengguna media digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Melalui program JURAGAN + AI, pelajar diperkenalkan pada keterampilan memproduksi konten digital sekaligus memahami pentingnya akurasi informasi. Penggunaan AI juga diarahkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide dan menyunting konten, bukan sebagai pengganti verifikasi fakta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Nunung, siswa perlu membiasakan diri menjaga keamanan akun digital, tidak membagikan kata sandi maupun kode verifikasi kepada orang lain, membatasi penyebaran data pribadi, serta menghindari tautan dan berkas dari sumber yang tidak dikenal.

PWI Kabupaten Kuningan menjadwalkan kelanjutan program JURAGAN + AI pada November 2026 di dua sekolah berbeda, dengan menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA.

Melalui program tersebut, PWI Kuningan berharap pelajar semakin memahami keamanan dan etika digital, mampu menghasilkan konten yang positif, serta membiasakan diri memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi di ruang publik. (OM)