Hadiri HUT ke-64 PWRI Jabar, Wabup Tuti Andriani: Lansia Harus Tetap Tangguh, Mandiri, Aktif, dan Bahagia

BANDUNG ONLINE – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengapresiasi semangat para anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang tetap aktif, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat meski telah memasuki masa purnabakti.

Apresiasi tersebut disampaikan Tuti Andriani saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Selasa (27/10/2026).

Iklan

Peringatan tahun ini mengusung tema “Satu Tekad Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWRI Jawa Barat Yuyun Muslihat beserta jajaran pengurus, anggota PWRI dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah prosesi wisuda lulusan Sekolah Lansia PWRI Jawa Barat. Momentum ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Iklan

Wabup Tuti menilai, keberadaan Sekolah Lansia merupakan langkah positif dalam mendorong para lanjut usia agar tetap memiliki semangat menjalani kehidupan, menjaga kemandirian, serta membangun interaksi sosial yang produktif.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-64 untuk PWRI. Melalui momentum ini, mari kita perkokoh solidaritas wredatama demi kesejahteraan bersama. Kami dari pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Kuningan, sangat terinspirasi oleh prosesi wisuda Sekolah Lansia tadi,” ujar Tuti.

Menurutnya, para anggota PWRI telah memberikan teladan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun.

“Ini menunjukkan bahwa para senior kita tetap bertekad menjadi lansia yang tangguh, mandiri, aktif, dan bahagia. Semangat mengabdi ini tidak boleh padam dan harus dicontoh oleh generasi muda,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWRI Jawa Barat, Yuyun Muslihat, memaparkan kondisi operasional organisasi yang saat ini mengandalkan dukungan mandiri dari para pengurus serta bantuan berbagai dinas dan instansi terkait.

Yuyun menjelaskan, setelah tidak lagi memperoleh dukungan dana hibah APBD seperti sebelumnya, pembiayaan kegiatan PWRI dilakukan melalui iuran sukarela pengurus dan dukungan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan organisasi.

Untuk menjaga keberlangsungan program ke depan, PWRI juga tengah merancang kerja sama strategis dengan PT Taspen. Skema yang direncanakan berupa penyisihan iuran sukarela dari uang pensiun bulanan, dengan mekanisme penyaluran melalui rekening PWRI Pusat sebelum didistribusikan kepada pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Rangkaian kegiatan HUT ke-64 PWRI Jawa Barat juga diisi dengan sambutan Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL) wilayah Jawa Barat, Dr. Susiana Nugraha, serta sambutan Ketua Umum PB PWRI dan pengarahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, selaku Pembina PWRI Jawa Barat.

Selain itu, PB PWRI menyerahkan penghargaan secara simbolis berupa Lencana Madya dan Lencana Pratama kepada perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para anggota.

Peringatan HUT ke-64 PWRI Jawa Barat ditutup dengan ramah tamah, hiburan, dan pentas seni yang semakin mempererat silaturahmi antarpurnabakti pegawai negeri sipil.

Melalui momentum ini, semangat PWRI diharapkan terus menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang menghargai para senior, sekaligus mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, bermartabat, dan tetap bahagia di masa tua. (OM)