KUNINGAN ONLINE – Ratusan calon Santri baru Pondok pesantren Nurul Huda Kertawangunan mengikuti Tes kesehatan maupun wawancara dalam kegiatan Tes Penerimaan Santri Baru Gelombang Kedua, di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Sabtu (20/4/2024).
Sebelumnya, pada Tes Penerimaan pertama Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan menerima pendaftar sebanyak 150 orang, namun yang diterima sebanyak 130 orang.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Ketenagakerjaan Pontren Nurul Huda Kertawangunan, Rofi Putra Pratama menyampaikan gelombang pertama dilakukan pada akhir tahun 2023.
“Pendaftar ada 150, kemudian yang diterima 130 itu pada gelombang pertama. Alhamdulillah ini gelombang kedua ada 100 calon santri. Insya Allah nanti ada gelombang ketiga bagi siswa atau orang tua yang belum menentukan pilihan ada alternatif pilihannya di kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa Pontren Nurul Huda Kertawangunan jenjang pendidikannya mulai dari SDIT, SMPIT, SMAIT dan Madrasah Aliyah (MA) juga ada Perguruan Tinggi.
“Penerima Santri baru kita lebih modern dan tersistem. Bahkan orang tua pun kita wawancara juga. Nah untuk pendaftaran cukup melalui WhatsApp (0811 2444 851). Tinggal ketik SB (spasi), Nama Calon Santri (spasi), Jenis Kelamin (spasi), jenjang (spasi) dan alamat,” jelasnya.

Santri kebanyakan asal Kabupaten, kata Rofi dari luar daerah Kuningan juga ada mulai dari Jakarta Selatan, Bekasi Cikarang Karawang akan dari Tangerang dan wilayah 3 Cirebon.
“Proses penerimaan pun, itu hasilpun langsung keluar. Mulai dari tes potensi akademik, baca tulis Al-Qur’an dan juga tes kesehatan untuk analisis terkait kesehatannya,” ujarnya.
“Tes ini di lakukan nanti menjadi penilaian, dan menjadi database di Pontren Nurul Huda. Sehingga ketika santri mondok kita punya database tentang rekam medianya.
Konsen dari Pontren Nurul Huda, bagi santri Baru. Rofi menegaskan tes ini semata-mata untuk pemetaan. Jadi tidak melulu tentang kemampuannya dan bukan berarti semata-mata jadi pertimbangan.
“Konsep di pondok pesantren juga kita kan juga memberikan pendidikan dan menjadi tugas. Untuk penilaian baca Alquran misalkan cukup di pemetaan. Alhamdulillah dari awal ketika tes seleksi gelombang pertama, kedua bahkan tahun-tahun sebelumnya yang mendaftar kita kaitan dengan baca Alquran gitu itu selama ini sejauh ini tidak ada masalah Tidak,”
Pihaknya berharap, untuk gelombang ketiga tidak ada batasannya itu terkait kuota. Pontren Nurul Huda lebih kearah konsepnya tidak hanya memikirkan tentang kelas.
“Kalau sekolah umum mungkin memikirkan tentang kelas yang disiapin. Cuma kelas kita juga kan memikirkan hal yang lain ada asramanya tempat tidur ada mck-nya yang harus disiapkan juga dengan rasio berapa banding berapa,” jelasnya.
“Fokus kita Alhamdulillah ada program beasiswa bagi putra-putri orang tua yang punya potensi dan prestasi mungkin di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi apalagi di nasional Insya Allah jadi pertimbangan kita,” ungkapnya .
Bagi orang tua yang anaknya mau mondok, Rofi mengajak bisa di Pontren Nurul Huda Kertawangunan karena akreditasinya sudah A.
“Harapan ketiga mudah-mudahan bagi orang tua siswa yang belum menentukan pilihan atau masih bingung ragu mau mondok di mana ya harapannya Nurul Huda menjadi pilihan-pilihan utama dan tentunya pertama untuk menimba ilmu,” pungkasnya. (OM)









