KUNINGAN ONLINE – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan (STIKMK) Jawa Barat dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur dengan membangun rinitasan wisata herbal.
Dengan mengangkat judul pengabdian ‘Membangun rintisan Wisata Herbal di Desa Cisantana sebagai Upaya Menuju Kemandirian Obat Tradisional Berdasar Hasil Eksplorasi Tanaman Berkhasiat Obat di Kawasan Gunung Ciremai’.
Wawang Anwarudin, M.Sc.,Apt selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Kuningan menyampaikan bahwa pada pelaksanaannya telah menjalin kerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk eksplorasi tanaman berkhasiat obat di kawasan TNGC.
“Keberadaan TNGC didukung oleh desa penyangga, diantaranya Desa Cisantana dengan letak geografis berada di lereng Gunung Ciremai, mengakibatkan sumber daya alam yang melimpah dan memiliki potensi menjadi desa wisata,” ujar Wawang, Rabu (11/10/2023).
Ia menjelaskan, keberadaan potensi yang dimiliki belum dilakukan secara optimal, terlihat dengan adanya lahan desa yang masih belum dikelola dengan baik.
Menurutnya, berdasarkan hasil eksplorasi, dan optimalisasi lahan tidur, serta untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, maka sinergisitas dan kolaborasi hasil penelitian dengan pemanfaatan lahan desa sangat perlu untuk dilakukan, diantaranya merintis Wisata Herbal Cisantana (WHC).
“Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan dalam rangka membuat rintisan wisata herbal di Desa Cisantana sebagai upaya membangun kemandirian obat tradisional secara bertahap,” tutur Wawang.
Ia memaparkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan PKM tersebut. Pertama, pemetaan area wisata herbal di Desa Cisantana. Kedua, sosialisasi hasil eksplorasi tanaman berkhasiat obat.
“Ketiga, pelatihan identifikasi tanaman berkhasiat obat. Keempat, pelatihan budidaya tanaman berkhasiat obat hasil eksplorasi sehingga terciptanya lahan budidaya tanaman obat di area wisata herbal sebagai pendukung kemandirian obat tradisional,” paparnya.
Lebih lanjut, Kelima, pelatihan pengelolaan tanaman obat menjadi produk sediaan yang berkhasiat dan memiliki nilai ekonomi. Keenam, promosi tanaman berkhasiat obat sehingga area Wisata Herbal Cisantana dikenal oleh masyarakat.
“Luaran akhir yang akan dicapai dari PKM adalah dimilikinya Master Plane Pengembangan Wisata Herbal di Desa Cisantana, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat dalam identifikasi, budidaya, dan pengolahan tanaman berkhasiat obat,” ujarnya.
Wawang mengatakan, Wisata Herbal memiliki potensi untuk dikembangkan di Desa Cisantana, melalui strategi pembudidayaan tanaman herbal hasil eksplorasi tanaman berkhasiat obat di Kawasan TNGC.
Selain itu, Wawang menerangkan, pembudidayaan tanaman herbal, selain mendukung kemandirian bahan baku obat tradisional, juga dapat menciptakan manfaat lain, yaitu sarana rekreasi dan edukasi bagi siswa, mahasiswa, dan msayarakat umum, sehingga tanaman herbal dapat diketahui secara luas, serta dapat meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi.
“Fokus Kegiatan Pengabdian kegiatan PKM ini adalah membangun rintisan wisata herbal sebagai upaya menuju kemandirian obat tradisional di Desa Cisantana dan pembentukan kader Pokja Posyandu Desa Cisantana sebagai pengelola Wisata Herbal Cisantana,” terang Wawang.
Untuk itu, pihaknya bersama Tim dari STIKes Muhammadiyah Kuningan memberikan pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang pengetahuan dan keterampilan kader Pokja Posyandu Desa Cisantana dalam identifikasi dan budidaya tanaman obat, serta pengelolaan tanaman obat menjadi produk sediaan yang berkhasiat dan memiliki nilai ekonomi. (OM)








