Petani, Guru, Buruh, Pedagang dan Marbot, Lima Warga Ini Jadi Rakyat Pinunjul 2026

Sosial75 views

KUNINGAN ONLINE – Lima warga Kabupaten Kuningan dari berbagai latar belakang profesi menerima penghargaan Pangajen Rakyat Pinunjul 2026. Mereka dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat meski selama ini menjalankan aktivitas dan perjuangannya tanpa banyak sorotan.

Kelima penerima penghargaan tersebut yakni Amini asal Cikadu sebagai Petani Pinunjul, Dede Eka asal Rajadanu sebagai Guru Pinunjul, Abdul Hakim asal Kadatuan sebagai Buruh Pinunjul, Nina Setianah asal Maleber sebagai Pedagang Pinunjul, serta Daskim asal Dukuhmaja sebagai Marbot Pinunjul, Minggu (23/8/2026).

Iklan

Para penerima dipilih melalui proses seleksi, verifikasi, hingga penelusuran langsung ke lapangan untuk menggali kehidupan serta kontribusi mereka di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, M Dzikri Caesar R, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kegelisahan masih banyaknya warga di pelosok Kuningan yang memiliki kisah perjuangan dan kontribusi besar bagi lingkungan, tetapi belum mendapatkan perhatian yang layak.

Iklan

“Banyak masyarakat di Kuningan yang mempunyai cerita inspiratif mengenai perjuangan di kampung-kampung atau di desa-desa mereka. Itulah yang kita cari dan kita angkat,” ujar Dzikri.

Menurutnya, pencarian sosok pinunjul dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, verifikasi hingga penelusuran langsung ke lapangan.

Dari proses tersebut, panitia menemukan para nominator yang ternyata tidak hanya menjalankan satu pekerjaan. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka harus mengerjakan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Walaupun kategorinya hanya satu profesi, kebanyakan mereka memiliki banyak pekerjaan sampingan untuk menghidupi keluarganya,” katanya.

Mengurus yang Tidak Diurus

Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 merupakan bagian dari gerakan Forum Diskusi Waroeng Rakyat yang digagas oleh lima founder, yakni Ilham Ramdhani, S.I.P., M.I.Kom.; Rio Kencono, S.E., M.Ak.; Dede Awaludin, M.Pd.; Alehandro Malik; serta Yusup Dandi Asih.

Founder Forum Diskusi Waroeng Rakyat, Ilham Ramdhani, mengatakan Pangajen Rakyat Pinunjul menjadi bagian dari ikhtiar komunitasnya dalam mengurus berbagai persoalan sosial yang terkadang luput dari perhatian.

Menurut Ilham, Forum Waroeng Rakyat telah berjalan selama 17 tahun dengan tetap menjaga tradisi diskusi sekaligus kaderisasi generasi muda.

“Urusan politik biarlah diurus oleh partai politik. Urusan sosial, urusan kedinasan, biarlah diurus oleh yang lain. Mari kita mengurus yang tidak diurus oleh orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pangajen Rakyat Pinunjul bukan kegiatan untuk mengekspos keterbatasan seseorang. Sebaliknya, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan kepada mereka yang tetap memberikan manfaat bagi lingkungan di tengah berbagai keterbatasan.

Dihadiri Sejumlah Tokoh Kuningan

Puncak Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 turut dihadiri sejumlah tamu kehormatan dan VIP dari unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan.

Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E., Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., serta perwakilan Forkopimda.

Hadir pula tokoh Kuningan H. M. Ridho Suganda, S.H., M.Si., Wakil Ketua Baznas, serta unsur masyarakat, akademisi, aktivis, tokoh masyarakat dan insan pers.

Proses penilaian Pangajen Rakyat Pinunjul melibatkan panelis utama Topic Offirstson, M.Si., M.Pd. dan Pandu Hamzah, serta panelis ahli dari masing-masing kategori.

Untuk kategori buruh, panelis ahli adalah Harnida Darius Haryanto, S.H.; kategori petani Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.; kategori guru Dr. H. A. Fenny Rahman, M.Pd.; kategori marbot Heri Kosasih, M.Pd.; serta kategori pedagang Dr. Risna Nurlia, S.ST., S.KM., M.K.M.

Puncak Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 pun tidak sekadar menjadi seremoni pemberian penghargaan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan sosok-sosok warga yang selama ini bekerja dan berkontribusi di tengah masyarakat tanpa banyak sorotan.

Dari petani, guru, buruh, pedagang hingga marbot, kisah mereka menunjukkan bahwa kontribusi terhadap daerah dapat lahir dari siapa saja dan dari berbagai profesi.

Melalui Pangajen Rakyat Pinunjul, Forum Diskusi Waroeng Rakyat berharap tradisi apresiasi tersebut terus tumbuh menjadi energi bersama untuk menemukan, menghargai dan menguatkan orang-orang yang bekerja dalam senyap demi kemajuan Kabupaten Kuningan. (OM)