Pemkab Kuningan Perkuat Swasembada Pangan, 337 Unit Alsintan Disalurkan ke Petani

KUNINGAN ONLINE — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah dan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan penguatan swasembada pangan tahun 2025.

Penyerahan alsintan dilaksanakan di Halaman Setda KIC Kabupaten Kuningan, Senin (29/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Iklan

Bupati Dian menegaskan bahwa bantuan alsintan tidak hanya bersifat fisik, melainkan bagian dari strategi besar modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan kesejahteraan petani.

“Alsintan ini adalah alat perjuangan petani. Dengan teknologi yang tepat, kita mendorong percepatan tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta memastikan produktivitas lahan terus meningkat,” ujar Bupati.

Iklan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Menurutnya, Diskatan mampu menjaga sektor pertanian tetap bergerak maju di tengah keterbatasan fiskal daerah melalui kerja keras dan komunikasi yang efektif dengan pemerintah pusat.

“Kinerja Diskatan menunjukkan bahwa dengan integritas, konsistensi, dan keberpihakan kepada petani, keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk mencatatkan prestasi. Inilah birokrasi yang bekerja dan hadir memberikan solusi nyata,” tegasnya.

Iklan

Bupati Dian memaparkan, kinerja sektor pertanian Kabupaten Kuningan pada tahun 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Produksi beras meningkat signifikan dari 224 ribu ton pada 2023, menjadi 225 ribu ton pada 2024, dan melonjak hingga lebih dari 254 ribu ton pada 2025. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus hampir 120 ribu ton beras.

Capaian tersebut ditopang luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare, melampaui target provinsi. Keberhasilan ini didukung oleh iklim kondusif, peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan, penguatan irigasi, serta pemanfaatan alsintan secara masif.

Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan menerima 9 jenis alsintan dengan total 337 unit senilai hampir Rp10 miliar dari Kementerian Pertanian RI.

“Bantuan alsintan ini menjadi tulang punggung percepatan mekanisasi pertanian di Kuningan. Mekanisasi mendorong efisiensi biaya produksi, percepatan tanam dan panen, serta peningkatan indeks pertanaman,” jelas Wahyu.

Ia merinci, alsintan yang diterima meliputi Combine Harvester 5 unit, Crawler Traktor 1 unit, Traktor Roda Empat 10 unit, Traktor Roda Dua 24 unit, Rice Transplanter 5 unit, Hand Sprayer 198 unit, Power Thresher 22 unit, Pompa Air 70 unit, dan Corn Sheller 2 unit. Seluruh bantuan didistribusikan berbasis kebutuhan wilayah.

Untuk penyerahan hari ini, alsintan disalurkan kepada 34 kelompok tani di 34 desa pada 22 kecamatan. Jenis alsintan yang diserahkan meliputi traktor roda empat, combine harvester, crawler traktor, traktor roda dua, pompa air, dan hand sprayer.

Selain mekanisasi, Wahyu menegaskan penguatan irigasi menjadi fokus utama menjaga keberlanjutan produksi pangan. Sepanjang 2025 dilakukan optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan dam parit, dan embung.

Pembangunan irigasi perpompaan tersebut mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua hingga tiga kali dalam setahun secara lebih terencana.

Pada tahun yang sama, Diskatan juga mengusulkan RJIT kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy, dengan realisasi pembangunan 138 titik RJIT yang memperkuat jaringan irigasi hingga tingkat usaha tani.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu melaporkan bahwa Kabupaten Kuningan memperoleh apresiasi dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI atas kontribusinya dalam peningkatan produksi padi di Jawa Barat. Produksi padi Jawa Barat tahun 2025 tercatat mencapai 10,2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), sementara produksi nasional mencapai 60,37 juta ton GKG.

“Capaian ini menegaskan peran strategis Kabupaten Kuningan dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional,” pungkasnya.

Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku utama pertanian, Pemkab Kuningan optimistis sektor pertanian akan terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah sejalan dengan semangat Kuningan MELESAT menuju pertanian yang kuat, mandiri, dan berdaulat. (OM)