Optimalkan Pendidikan Nonformal, SKB Kuningan Diusulkan Direhabilitasi Tahun 2026

Pendidikan55 views

KUNINGAN ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan nonformal melalui rencana revitalisasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan sarana prasarana sekaligus peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Kuningan, Dicky Mahardika, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan SKB saat ini dinilai sudah kurang layak di beberapa bagian sehingga membutuhkan penanganan serius.

Iklan

Menurutnya, pihak Disdikbud bersama jajaran terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak pengelola untuk memastikan langkah penanganan yang tepat.

“SKB ini merupakan aset milik pemerintah daerah, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan sarana dan prasarananya dalam kondisi baik. Kami sudah mengusulkan agar masuk dalam program rehabilitasi (refit) tahun 2026,” ujar Dicky, Jumat (24/4/2026).

Iklan

Ia menjelaskan, revitalisasi SKB menjadi sangat penting karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum terjangkau pendidikan formal.

Saat ini, SKB masih aktif menyelenggarakan berbagai program pendidikan kesetaraan seperti Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA. Selain itu, SKB juga memberikan layanan pendidikan anak usia dini melalui Kelompok Bermain (Kober) dan PAUD.

Tak hanya itu, lembaga tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti pojok baca yang menjadi sarana penting dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Dicky menilai keberadaan SKB sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal, terutama bagi warga yang putus sekolah atau belum sempat menyelesaikan pendidikan formalnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama dari sisi tenaga pendidik. Saat ini, kebutuhan tutor dinilai masih belum ideal untuk mendukung proses pembelajaran yang maksimal.

Karena itu, pihaknya tengah mengusulkan penambahan tenaga tutor, khususnya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), agar kualitas pembelajaran di SKB dapat semakin meningkat.

“Kami ingin layanan pendidikan di SKB ini benar-benar optimal, bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga kualitas pengajarnya. Penambahan tutor sangat penting agar proses pembelajaran berjalan maksimal,” jelasnya.

Revitalisasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup pembenahan sistem pembelajaran, penguatan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan SKB sebagai pusat layanan pendidikan nonformal yang lebih modern, nyaman, dan efektif dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan.

Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat. Melalui penguatan peran SKB, Disdikbud berharap dapat menjangkau lebih banyak anak-anak yang belum sekolah maupun yang putus sekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan.

Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah melalui pendataan anak tidak sekolah (ATS) di setiap kecamatan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengarahkan mereka mengikuti program pendidikan kesetaraan di SKB maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Kami juga akan melakukan pendataan anak tidak sekolah melalui kecamatan. Nantinya mereka akan diarahkan mengikuti program pembelajaran di SKB atau PKBM,” tutup Dicky.