Menciptakan Lapas yang Lebih Humanis: Refleksi Satu Tahun Lapas Kuningan di Era Pemerintahan Prabowo

Hukum, Kriminal442 views

KUNINGAN ONLINE — Memasuki tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan turut mengambil peran aktif dalam mewujudkan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Selama satu tahun terakhir, berbagai langkah strategis dilakukan untuk menciptakan lingkungan lapas yang lebih aman, mandiri, dan humanis.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan keamanan internal. Penggeledahan blok hunian dilakukan secara rutin sebagai langkah tegas memberantas peredaran narkoba di dalam lapas — tantangan klasik yang kerap mengancam proses pembinaan. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari jajaran petugas serta unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.

Iklan

Selain keamanan, Lapas Kuningan juga berkomitmen menumbuhkan kemandirian ekonomi warga binaan. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, warga binaan dilatih membuat berbagai produk UMKM bernilai jual tinggi.

“Program ini menjadi wadah pembinaan yang produktif agar mereka memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat,” kata Kalapas Sukarno Ali, dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).

Iklan

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari visi pembinaan humanis. Melalui kegiatan penanaman pohon kelapa bersama Forkopimda, Lapas Kuningan berupaya mewujudkan kawasan yang hijau, asri, dan nyaman — tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi seluruh petugas.

Dalam aspek ketahanan pangan, Lapas Kuningan mengembangkan budidaya melon, ikan, hingga peternakan sapi sebagai sumber pangan mandiri. Inisiatif ini sekaligus menjadi media pelatihan bagi warga binaan dalam bidang pertanian dan peternakan, serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.

“Tak hanya berfokus ke dalam, Lapas Kuningan juga memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat sekitar. Melalui penyaluran bantuan sosial kepada keluarga warga binaan, masyarakat kurang mampu, dan yayasan yatim piatu, Lapas Kuningan berupaya menumbuhkan nilai empati dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Refleksi satu tahun perjalanan ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat pembinaan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi, Lapas Kuningan bertekad mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat lahirnya harapan dan perubahan,” pungkasnya. (OM)