KUNINGAN ONLINE – Pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, dinamika internal partai terus bergulir.
Ketua PAC PPP Kecamatan Kramatmulya, Ayip Syaripudin, yang sebelumnya berada di barisan pendukung Masuri atau akrab disapa Gonjes, kini secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Ali Akbar sebagai calon Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan.
Ayip menegaskan, dirinya tetap menghormati penuh keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat serta hasil Muscab yang telah berlangsung di Hotel Jamrud.
“Pertama saya menghaturkan hormat kepada Ketua DPP, Ketua DPW Jawa Barat, dan tokoh PPP Kuningan. Saya berharap semua pihak menghormati hasil Muscab dan keputusan formatur,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum Muscab digelar dirinya memang berada di barisan pendukung Masuri. Bahkan, ia termasuk salah satu kader yang sempat diusulkan menjadi calon Formatur pada muscab PPP Kuningan.
Namun saat pelaksanaan Muscab, Ayip tidak dapat hadir karena memiliki kewajiban pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Ia pun secara resmi membuat surat atas nama PAC Kramatmulya yang menyatakan ketidakhadirannya dalam forum Muscab.
“Saya membuat surat atas nama PAC Kramatmulya karena tidak bisa menghadiri kegiatan Muscab. Karena, saya memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,” jelasnya kepada Kuninganonline.com, Rabu (22/4/2026).
Meski tidak hadir secara langsung, ia tetap mengikuti perkembangan Muscab melalui media sosial maupun informasi dari PAC lainnya. Dari situ, ia mengaku merasa kecewa terhadap sikap Masuri yang dinilai tidak menunjukkan jiwa kepemimpinan.
Menurutnya, Mashuri justru menginstruksikan atau memobilisasi sejumlah PAC agar tidak masuk ke ruang persidangan, padahal dirinya bersama pengurus lainnya sudah berada di arena Muscab.
“Pak Masuri menginstruksikan atau memobilisasi PAC-PAC supaya tidak masuk ke ruang persidangan, padahal beliau dan pengurus PAC sudah ada di arena Muscab. Itu seolah-olah ada pemboikotan. Kenapa tidak masuk ke arena, padahal ruang untuk memilih formatur ada di situ,” tegasnya.
Ia menilai tindakan tersebut tidak etis dan seolah melawan instruksi DPW yang telah menetapkan pelaksanaan Muscab pada 11 April. Sikap seperti itu, menurutnya, tidak mencerminkan seorang pemimpin yang siap berkompetisi secara sehat dalam pesta demokrasi partai.
“Sekali lagi saya menegaskan, sebelum maupun sesudah Muscab, sikap Pak Masuri itu tidak seperti seorang pemimpin. Muscab itu pesta demokrasi partai lima tahunan, dan di situlah proses memilih pengurus DPC yang akan menakhodai partai ke depan,” katanya.
Ayip menambahkan, hasil formatur yang terdiri dari unsur PAC, Pengurus Harian, telah mengerucut kepada nama Ali Akbar. Karena itu, ia meminta semua pihak, khususnya Masuri, untuk legowo menerima hasil tersebut.
“Formatur sudah mengerucut ke salah satu nama, yaitu Pak Ali Akbar. Saya meminta kepada Pak Masuri untuk legowo menerima hasil formatur,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan arah dukungan ini bukan tanpa alasan. Kekecewaan terhadap dinamika internal di kubu Masuri membuat dirinya memilih mendukung Ali Akbar demi menjaga soliditas partai dan menghormati hasil organisasi.
“Saya sebelumnya mendukung Pak Masuri, tapi karena melihat dinamika yang terjadi, saya memilih mendukung Pak Ali Akbar. Yang terpenting sekarang adalah menjaga marwah partai dan menghormati keputusan organisasi,” pungkasnya. (OM)









