Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Ciptakan Solusi Penggunaan Pupuk Anorganik melalui Program TRANS-KODO di Desa Cibuntu

Pendidikan, Sosial2,095 views

KUNINGAN ONLINE – Mahasiswa KKN IPB pada Hari Kamis (11/7/2024) telah melaksanakan kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Program ini dinamakan “TRANS-KODO: Transformasi Kotoran Domba untuk Pupuk Organik Cair (POC)”.

Iklan

Berawal dari permasalah pertanian yang dijelaskan oleh Kepala Desa Cibuntu, Abah Awam sapaannya menyampaikan bawha banyaknya penggunaan pupuk anorganik untuk pertanian di Desa Cibuntu yang berdampak pada kualitas tanah lahan pertanian yang semakin menurun dan ekosistem lingkungan pertanian yang berubah dan rusak, serta hilangnya beberapa hewan seperti serangga yang hidup di sekitar lahan pertanian.

“Selain itu, di Desa Cibuntu terdapat kawasan Wisata Kampung Domba yang memproduksi kotoran domba yang banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Iklan

Sehingga Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB membuat program kerja KKN untuk memanfaatkan kotoran Domba menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bersama kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Ibu-ibu PKK di Desa Cibuntu.

Tujuan dibuatnya program kerja KKN-T Inovasi IPB Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini yaitu untuk dapat memanfaatkan kotoran domba dengan baik dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik di lahan pertanian di Desa Cibuntu.

Kegiatan ini dilakukan dua sesi, sesi pertama adalah sesi materi yang memaparkan materi tentang Pupuk Organik cair dari mulai pengertian, kelebihan, dan perbandingan dengan pupuk anorganik.

Sesi kegiatan yang kedua dilanjutkan ke kegiatan demonstrasi pembuatan POC. Demonstrasi dilakukan dengan menjelaskan dan mempraktikkan langkah-langkah pembuatan POC.

Antusiasme yang tinggi dari Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, serta Ibu-ibu PKK membuat sesi demonstrasi Pupuk Organik Cair (POC) ini sangat aktif karena terdapat beberapa perwakilan kelompok yang ikut praktik langsung dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Antusiasme ini juga terlihat pada saat sesi dokumentasi dimana salah satu perwakilan Kelompok Wanita Tani Desa Cibuntu, yaitu Ibu Iyus membuat jargon untuk kegiatan ini dengan jargon yang dibuat.

“Dengan Pupuk Organik Cair insya Allah tanaman Subur,” ucap Ibu Iyus selaku perwakilan Kelompok Wanita Tani Desa Cibuntu.

Harapan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, dan Ibu-Ibu PKK dengan adanya kegiatan ini yaitu dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat di Desa Cibuntu dan juga pemanfaatan kotoran domba secara optimal. (OM/rls)