LURAGUNG (KO) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) melaunching Desa Luragung Landeuh menjadi Desa Kuliner Tradisional.
Secara simbolis ditandai dengan penggunrungan pita dan pembukaan turai Tugu Desa Kuliner Tradisional oleh Bupati Kuningan Acep Purnama dan disaksikan Kajari Kuningan Dudi Mulyakusumah, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, Kadis Kopdagperin U. Kusmana, Kabid Umkm Perindustrian Alvin Fitranda, Kepala Desa Luragung Landeuh Ruspandi beserta jajaran perangkat desanya, para Pedagang Tradisional Luragung beserta tamu undangan lainnya, Selasa (20/12/2022).
“Atas nama Pemkab kami menyampaikan apresiasi kepada Diskopdagperin Kuningan yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Desa Luragung Landeuh, karena kegiatan ini adalah salah satu bentuk implementasi dari visi dan misi saya untuk RPJMD Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2023, yakni Kuningan Maju (Ma’mur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023,” ujarnya.

Pada Misi Ke-4 Kabupaten Kuningan, Acep menernagkan untuk mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan berbasis pertanian, wisata, budaya dan potensi lokal untuk mempercepat pertumbuhan serta pemerataan ekonomi rakyat.
“Sehubungan dengan itu, kepada seluruh jajaran Pemkab dan Pemerintah Desa, saya ingin wisata kuliner tradisional ini tetap dilestarikan, dijaga dan selalu mendapat pendampingan oleh SKPD terkait keberadaannya benar-benar berdampak bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah,” imbuhnya.
Ia mengatakan, dengan di Launchingnya Desa Kuliner Tradisional Luragung Landeuh ini bisa semakin menumbuhkan perekonomian warga Desa Luragung Landeuh.
“Saya mengapresiasi konsep ide desa kuliner ini yang tugu nya berada di pinggir taman luragung sebagai penanda menunjukan bahwa pemerintah desa berkolaborasi, bersinergi dengan kopdagperin Kuningan punya perhatian terhadap para pedagang tradisional,” kata Acep.

Bupati mengatakan, seorang pemerintahan baik dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten memang harus punya ide kreatif untuk menciptakan peluang-peluang baru dalam memberdayakan masyarakatnya. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan.
“Konsep ini bisa terus di kembangkan, sekaligus bisa menjadi percontohan bagi desa lain untuk melakukan hal yang sama. Buat pusat kuliner desa yang tempatnya strategis. Gerakan ekonomi masyarakat dengan ide-ide cemerlang,” tandas Bupati.
Diterangkan Bupati Acep dalam kesempatan tersebut, berwisata ke desa pada prinsipnya tidak hanya sekedar berlibur namun juga dapat dijadikan sebagai akses pengembangan kepariwisataan daerah di kancah global salah satunya melalui prioritas wisata kuliner tradisional sebagai produk warisan turun-temurun yang bervariasi baik dari nama, bahan baku, tekstur, ataupun cara penyajiannya yang sangat identik.
“Wisata kuliner merupakan sektor yang berkembang pesat dan strategis sebagai sumber pendapatan di Kabupaten Kuningan saat ini, sebagai salah satu pencipta kesempatan kerja dan berusaha. Namun wisata kuliner tradisional lebih unik, lebih banyak diburu para pelancong. dengan demikian saya berharap makanan-makanan khas kuningan yang ada di desa luragung landeuh ini menjadi tujuan para wisatawan atau pecinta kuliner,” tuturnya.
Lanjut Acep, Kuliner tradisional di desa mampu membuka lahan pekerjaan yang dapat memfasilitasi warga dalam memenuhi pendapatan sehari-hari mulai dari menjadi kasir, tukang masak atau bahkan tukang parkir terutama untuk kelompok marginal berdasarkan keterampilannya masing-masing.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa dampak pandemi covid-19 sangat dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan disebut paling banyak terdampak karena menurunnya daya beli masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Kadis Kopdagperin U. Kusmana melalui Kabid Umkm Perindustrian Selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Alvin Fitranda, menerangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya pekerjaan Pembinaan Desa Kuliner Tradisional Pinunjul Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung diharapkan dapat memberikan layanan kepada wisatawan, menciptakan dan mempromosikan produk kuliner tradisional di wilayah tersebut.
“Kita ingin menumbuhkan pemahaman masyarakat akan arti pentingnya wisata kuliner tradisional yang dapat dikelola menjadi sumber mata pencaharian, meningkatkan pendapatan, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola potensi yang ada,” terangnya.
Alvin menjelaskan, Diskopdagperin
memberikan pembinaan desa kuliner tradisional pinunjul kepada para pelaku usaha rumah makan dan pelaku umkm di wilayah tersebut, pemerintah desa, beserta stakeholder.
Ditambahkan Alvin, untuk Desa luragung Landeuh Kecamatan Luragung sendiri kami memberikan pembinaan kepada pelaku umkm bidang kuliner tradisional, pemberian bantuan bahan baku untuk 26 pelaku usaha diantaranya 20 pelaku usaha nasi kasreng, 3 pelaku usaha warung sate dan 3 pelaku usaha papais monyong.
“Kemudian pembuatan plang papan nama bagi para pelaku usaha kuliner di luragunglandeuh serta pembuatan tugu desa kuliner tradisional pinunjul, yang akan memberikan identitas bagi desa luragung landeuh sebagai desa kuliner tradisional pinunjul,” tambahnya.
Kades Luragung Landeuh Ruspandi mengatakan, terpilihnya Desa Luragung Landeuh sebagai Desa Pinunjul dibidang Kuliner Tradisional, berdasarkan hasil pembahasan pihak Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, yang menilai di desa ini banyak masyarakat yang membuat aneka olahan makanan tradisional.
“Tercatat sudah ada 26 aneka jenis makanan tradisional dari masyarakat Luragung Landeuh ini. Beberapa diantaranya adalah nasi kasreng, papais monyong, dan sate kambing,” ujar Kepala Desa Luragung Landeuh. (OM)








