Lakpesdam PCNU Kuningan Bersama Kemendesa PDTT Gelar Team Building Sekolah Lapang

Pemerintahan, Sosial3,729 views

KUNINGAN ONLINE – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan berkerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Program Desa Inklusif, di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

Istilah Desa Inklusif sudah dikenal tetapi belum semua masyarakat mengetahuinya, Desa Inklusif merupakan desa yang membuka ruang dan melibatkan kelompok-kelompok yang selama ini mengalami atau merasa termarginalisasi dalam pembangunan.

Iklan

Program Desa Inklusif merupakan salah satu program Kemendesa PDTT yang bekerjasama dengan LAKPESDAM PCNU Kuningan. Sebagai langkah progres dalam mewujudkan Desa Inklusif, Kementerian Desa PDTT yang diinisiator oleh LAKPESDAM PCNU Kuningan menyelenggarakan Team Building Sekolah Lapang di Desa Kutawaringin.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Desa Kutawaringin Udin, Koordinator sekolah Lapang Desa Kutawaringin Maman, TAPM kab. Kuningan Yana Sudiana, Ketua Lakpesdam PCNU Kuningan Zaka Vikryan, Masyarakat dari beberapa unsur diantara Unsur minoritas agama, unsur perempuan, unsur Disabilitas, BPD, Aparatur pemerintahan desa Kutawaringin, Lembaga desa lainnya yang tergabung sebagai Pengurus Sekolah Lapang.

Iklan

Pada kegiatannya tersebut, kepala Desa Kutawaringin Udin menyampaikan terimakasih dengan adanya terselenggaranya kegiatan team building bagi pengurus Sekolah Lapang Desa Kutawaringin, Jumat (22/9/2023).

“Kami ucapkan terimakasih untuk Kemendes PDTT yang sudah memilih desa Kutawaringin menjadi desa yang menjadi contoh dalam mewujudkan desa inklusif, serta kami ucapkan terimakasih untuk Team Lokal P3PD LAKPESDAM PCNU Kuningan yang selama ini mendampingi warga masyarakat desa Kutawaringin dalam mengawal program Desa Inklusif,” ujar Udin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lakpesdam PCNU Kuningan Zaka Vikryan menyampaikan apresiasinya terhadap perangkat Desa Kutawaringin dan seluruh warga masyarakat Desa Kutawaringin khususnya yang tergabung dalam pengurus Sekolah Lapang.

“Terimakasih serta apresiasi setinggi-tingginya atas respon dan komitmen kuat yang lahir dari seluruh warga masyarakat Desa Kutawarngin. Tim P3PD LAKPESDAM PCNU Kuningan tentu hadir sebagai kepanjangtanganan dari LAKPESDAM PBNU dan Mitra Kemendes RI dalam mengawal program P3PD,” terangnya.

Pada sesi penggalian gagasan usulan, Ruswan yang mewakili kelompok dari minoritas menyampaikan bahwa dengan adanya program ini menjadi gerbong untuk senantiasa melibatkan kelompok-kelompok yang sering terabaikan khususnya dari kelompok Minoritas serta mengusulkan keinginannya dari kelompok Minoritas.

“Puji Syukur dengan adanya kegiatan ini kami dari keterwakilan kelompok minoritas diberikan ruang untuk bisa ikut andil dalam pembangunan Desa, kami mengusulkan supaya diadakannya penyuluhan tentang pentingnya moderasi beragama,” ungkapnya.

Pada sesi penyampaian materi, TAPM Kuningan Yana Sudiana S.Sos, menyampaikan bahwa desa inklusif ini merupakan desa yang membuka ruang untuk kelompok-kelompok yang selama ini mengalami marginalisasi dan pengeksklusifan dalam pembangunan.

“Program Desa Inklusif ini merupakan Ruang Bapak/ibu untuk ikut berpartisipasi khususnya dalam konteks pembangunan Desa. Kegiatan Team Building ini merupakan wadah untuk bapak/ibu dalam mengusulkan keinginan serta kepentingan bapak/ibu yang mewakili dari kelompoknya,” pungkasnya. (OM)