KUNINGAN ONLINE – Menginjak usia 62 tahun Gerakan Pramuka di Indonesia, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan melaksanakan upacara sekaligus deklarasi Manusia Pancasila, di Pandapa Paramarta, Senin (14/8/2023).
Deklarasi tersebut di hadiri 8.500 praja muda karana dari berbagai kalangan, pelajar, guru hingga pengurus Kwarcab Kabupaten Kuningan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Rama Suparman menyampaikan kegiatan ini sebagai inspirasi bahwa manusia harus benar-benar menjadi manusia Pancasila dan negara telah menerima hari lahirnya Pancasila pada tgl 1 Juni 1945.
“Ada peristiwa apa, ternyata di situ para pendiri bangsa membuat satu formulasi pemikiran tentang kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal. Dan sekarang Pancasila sudah menjadi falsafah negara, cara pandang hidup bangsa, maka kami sesuai dengan lagu Hymne Pramuka mendeklir bahwa kita manusia Pancasila,” ujar Rana.
Rana menjelaskan, manusia Pancasila itu adalah insan kamilnya Nusantara, berkarakter, berjiwa dasar darma dan trisatya, maka kalau bangsa Indonesia sudah berjiwa dasar darma semua. Negeri ini akan lebih hebat lagi, dan jaya di buana.

“Penjabaran dari deklarasi tadi, deklarasi itu menjabarkan dari Hymne Pramuka. Gagasan siapa, itu hasil rapat Kwarcab dengan melihat dan menyikapi kondisi siswa sekarang ini, maka kita terpanggil untuk memikirkan bagaimana kita mencetak manusia Pancasila,” jelasnya.
Selain itu, Rana mengatakan bahwa pertama, saat ini dikalangan siswa rentan terhadap paham radikalisme. Kedua, perilaku keseharian sudah jauh dari akar budaya bangsa Indonesia. Maka, dengan berpramuka mengkokohkan kembali nilai-nilai Pancasila.
Disinggu soal tahun politik, Rama menegaskan tidak pernah memikirkan konteks politik. Pihaknya, hanya ingin mengajak bahwa anak didik adalah generasi penerus bangsa.
“Harus lebih baik dari hari ini, tidak boleh ada kekecewaan-kecewaan publik ketika anak didik kita jadi pemimpin besar. Saya, khususnya di Kabupaten Kuningan beserta seluruh jajaran Pramuka ikut berkontribusi dalam membangun kerangka berpikir anak didik kita menjadi pemimpin-pemimpin besar yang mewarisi api perjuangan para leluhur-leluhur bangsa ini,” pungkasnya. (OM)









