KUNINGAN ONLINE – Pelantikan pejabat Eselon III di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang digelar di Kebun Raya Kuningan (KRK) mendapatkan tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Setia Mulyana.
Asep menilai mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam sistem birokrasi pemerintahan. Menurutnya, rotasi dan promosi jabatan justru menjadi bagian penting dari upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan motivasi dan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
“Mutasi ini tentu menjadi penyegaran di tubuh birokrasi. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja, pengembangan karier, dan yang paling utama meningkatkan produktivitas ASN. Ini memang harus dilakukan secara berkala,” ujar Asep saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (6/1/2026).
Sebagai partai politik pengusung pasangan Dian–Tuti pada Pilkada lalu, Golkar berharap mutasi dan pelantikan jabatan di lingkungan birokrasi tidak sekadar bersifat administratif, melainkan mampu melahirkan semangat dan etos kerja baru di kalangan pejabat yang dilantik.

Asep menegaskan, para pejabat Eselon III yang baru saja dilantik harus segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing serta menunjukkan kinerja nyata sesuai tugas dan tanggung jawab yang diemban. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta loyalitas terhadap pelayanan publik.
“Mutasi ini harus menjadi upaya peningkatan kinerja ASN. Bagaimana mereka mampu selaras dan mendukung visi Kuningan Melesat, serta benar-benar mewujudkannya dalam kerja nyata,” tambahnya.
Menurut Asep, keberhasilan visi Kuningan Melesat hanya dapat dicapai melalui sinergi dan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pimpinan daerah, pejabat struktural, hingga aparatur di level paling bawah. Soliditas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“SKPD harus solid dan benar-benar memahami visi dan misi bupati. Dengan mutasi ini, mereka diharapkan siap bekerja lebih baik. Apalagi ini baru sebagian, ke depan akan ada evaluasi dan mutasi lanjutan. Dalam setahun, mutasi bisa saja dilakukan beberapa kali,” pungkasnya.
Ia pun berharap proses evaluasi kinerja pejabat yang telah dilantik dilakukan secara objektif dan berkelanjutan. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai tolok ukur keberhasilan mutasi sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan kepegawaian ke depan. (OM)





