Kekalahan Persib dari PSS Sleman Harus Disikapi Dengan Bijak

Informasi, Olahraga2,641 views

JAWA BARAT (KO) – Kekalahan Persib Bandung dari PSS Sleman dalam perempat final Piala Presiden tanggal 1 Juli 2022 kemarin harus disikapi bijak oleh seluruh element baik itu Pelatih, Manajemen maupun Bobotoh.

“Kekalahan 2-4 melalui adu pinalti ini harus menjadi bahan introspeksi terutama untuk Pelatih dan Manajemen, terlihat sangat jelas bahwa kedalaman pemain Persib jauh dari kata (Layak),” ujar Ketua Viking Soreang tahun 2000-2003, sekaligus Dewan Penasihat Viking Kuningan 2004-sekarang, Gugum Gumbira, Sabtu (2/7).

Iklan

Menurutnya, hal itu terlihat saat beberapa pemain inti absen seperti Kiper Teja Paku Alam, defender Nick Kuipers dan Igbonefo, serta Striker David Da Silva dan Ciro Alves ternyata pemain pelapisnya tidak bisa memerankan posisi yang kosong.

“Terutama disisi Striker, Ezra Walian yang diplot sebagai striker tunggal tidak pernah menyentuh bola atau melakukan aksi individu, karena selama ini meskipun striker malah diposisikan sebagai gelandang serang,” tuturnya.

Iklan
Iklan

Ia menerangkan, Febri Hariyadi sendiri sebagai Winger kanan permainannya dibawah standar dan tidak menunjukan perkembangan signifikan dari pertandingan ke pertandingan.

“Kalau boleh jujur, kalah oleh Erwin Ramdani yang punya determinasi tinggi cuma sayang pelatih kadang memainkan pemain karena like dan dislike,” terang mantan mahasiswa Fikom UNPAD jurusan Jurnalistik angkatan tahun 1996.

“Harus kita akui permainan lapangan tengah kita pun kalah oleh PPS Sleman, bukan dari segi teknik tapi kekompakan para pemain,” sambungnya.

Gugum yang juga menjabat Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kuningan itu menyampaikan memang butuh waktu untuk membentuk team work terutama bergabungnya 3 pemain lapangan tengah seperti Riki Kambuaya, Rahmat Irianto dan Marc Klok.

“Tetapi, namanya pemain berlabel Timnas seharusnya bukanlah perkara yang sulit untuk memadukan chemistry,” ujarnya.

Hasil pertandingan tadi malam, Gugum mengatakan, harus disikapi manajemen dengan segera melakukan penambahan pemain berkualitas di lini depan, karena pemain muda yang ada masih butuh proses untuk mematangkan mental dan teknik.

“Musim lalu kita terlalu tergantung dengan kehebatan individu Kiper Teja Paku Alam, semoga penggantinya yaitu Fitrul Dwi Rustapa minimal segera menumbuhkan percaya diri agar para pemain belakang tenang dengan kiper yang matang,” katanya.

Pihaknya berharap, Kalah-Menang hal yang biasa, Bobotoh selalu setia menjadi pemain ke 12 Persib Bandung.

“Semoga di Liga Indonesia yang akan bergulir Persib dapat memperbaiki segala kelemahan agar siap berkompetisi pada waktunya. Aamiin ya rabbal allamiin,” pungkasnya. (OM)