Kartini Harus Hidup dalam Tindakan, Bupati Dian Dorong Perempuan Kuningan Lebih Berdaya

KUNINGAN ONLINE – Puncak Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) berlangsung khidmat dan penuh makna di Alkenzi Mayang Catering, Selasa (21/4/2026).

Mengusung tema “Dengan Semangat Kartini Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan.

Iklan

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa perempuan masa kini dituntut tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tetap menjaga kesabaran dan akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

“Perempuan hari ini harus cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Ini bukan sekadar tuntutan, tetapi sebuah keharusan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Iklan

Ia juga menyoroti pentingnya peran strategis GOW sebagai wadah penguatan kapasitas perempuan, bukan sekadar tempat berkumpul tanpa arah. Menurutnya, organisasi perempuan harus menjadi ruang produktif untuk bertukar gagasan, membangun komunikasi, dan melahirkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

“GOW bukan hanya tempat berkumpul, tetapi harus menjadi pusat penguatan kapasitas, tempat saling bertukar pikiran dan melahirkan karya nyata. Di sinilah semangat Kartini harus terus hidup dalam tindakan,” ujarnya.

Bupati Dian turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi melalui konsep pentahelix dalam mengatasi berbagai persoalan daerah, termasuk kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, persoalan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, swasta, hingga organisasi wanita.

“Masih banyak saudara kita yang menantikan uluran tangan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar persoalan sosial bisa kita selesaikan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong GOW untuk aktif mendukung program sosial seperti Gerakan Bersama (Gemasa) yang berfokus pada kepedulian terhadap lansia dan masyarakat kurang mampu.

Ia menegaskan, peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membuka ruang dan kesempatan yang setara bagi perempuan.

“Perempuan adalah mitra sejajar dalam pembangunan. Kita harus berjalan bersama, saling menguatkan, dan menghapus sekat-sekat yang membatasi peran perempuan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku berjudul Jejak Hati karya Bupati Kuningan sebagai bentuk refleksi pemikiran dan perjalanan hidup Dian Rachmat Yanuar yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat, khususnya perempuan, dalam berkarya dan berkontribusi bagi daerah.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, SE., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah dan kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, Hari Kartini bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan pengingat bahwa perempuan harus terus berdaya dan memberi manfaat, baik dalam keluarga maupun masyarakat.

“Kartini bukan hanya tentang kebaya dan penampilan, tetapi tentang semangat untuk terus berdaya dan bermanfaat. Perempuan harus mampu mendukung keluarga sekaligus berkontribusi dalam peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh anggota organisasi wanita untuk terus meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang ekonomi, melalui kolaborasi lintas organisasi dan pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat Kartini diharapkan terus menginspirasi perempuan di Kabupaten Kuningan untuk menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (OM)