GARAWANGI (KO) – DPD Gerakan Masyarakat Jawa Barat (Gema Jabar (Hejo) dalam memperingati hari Pahlawan melakukan aksi menanam pohon bersama komunitas pencinta alam, di kawasan hutan blok Pangangonan Desa Cirukem Kecama Garawangi Kuningan.
Kegiatan penanaman pohon tersebut dengan mengusung tema ‘Pahlawan Lingkungan Menjaga dan Melestarikan’ sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian alam demi mewujudkan kabupaten konservasi.
Gema Jabar Hejo juga menggandeng Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari, BPBD Kuningan, Dinas Lingkungan Hidup, pelajar dan sejumlah pihak lain. Termasuk unsur TNI-Polri maupun perangkat desa setempat.
Ketua Gema Jabar Hejo Kuningan, Daeng Ali menjelaskan, aksi penanaman bibit pohon kembali dilakukan tepat pada momentum Hari Pahlawan. Semoga masyarakat tergerak menjadi pahlawan lingkungan dalam menjaga dan melestarikan alam.

“Kita melakukan penanaman bibit pohon di Blok Pangangonan, Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi, Kuningan. Kebetulan tempat ini ada sumber mata air ya, setidaknya ada 2 titik mata air,” jelasnya
Ia mengungkapkan, sempat melakukan survei sebelum diputuskan sebagai lokasi penanaman pohon. Hasil survei lapangan, memang terlihat secara kasat mata itu hijau semua.
“Tapi hijaunya itu kebanyakan ilalang, tidak ada pepohonan besar yang bisa menyerap air saat musim hujan. Kejadian sebelum penanaman pohon, saat sore hingga malam hari waktu hujan deras, itu airnya justru langsung turun tidak terserap ke tanah,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya ingin, agar kawasan resapan air itu banyak ditumbuhi pepohonan besar. Sehingga nanti mampu menampung dan menjadi resapan air hujan.
“Sekarang memang diakui warga setempat debit air mulai kecil, karena tidak ada pohon-pohon besar untuk serapan air. Padahal dulu itu volume airnya besar dari sumber mata air yang ada,” katanya.
Disebutkan Ali, sejumlah bibit pohon yang ditanam yakni jenis Akasia, Kaboa Afrika, Manglid, dan Campaka. Total hanya 250 bibit pohon di lokasi tersebut, namun masih berlanjut kegiatan penanaman di tempat lain.
“Kita tetap konsisten penanaman pohon sejak 2017. Maka sekarang saat musim hujan kita kembali turun untuk menanam pohon, karena jika musim kemarau risiko kematian bibit pohon itu tinggi,” sebutnya.
Tak hanya sebagai kawasan resapan air, lanjutnya, pemilihan lokasi penanaman pohon juga berkaitan erat dengan sejarah kemerdekaan masa lampau. Sebab pada zaman penjajahan, lokasi itu menjadi tempat evakuasi warga pribumi jika diserang penjajah.
“Jadi memang menurut cerita sesepuh, ada sejarah di lokasi itu. Ketika warga diserang musuh, lokasi tersebut menjadi tempat evakuasi untuk menyelamatkan warga,” tandanya.
Dalam kegiatan penanaman juga diisi dengan sosialisasi terkait dengan Penanggulangan Bencana oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana. Adapun pohon yang ditanam ialah Akasia, kaboa Afrika, Manglid, dan campaka. (Poy)









