Gebrakan Disdik Kuningan! Pesona SD Hadir, Sekolah Negeri Kini Wajib Punya Branding, Digitalisasi, dan Robotika

Pendidikan180 views

KUNINGAN ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan meluncurkan Program Pengembangan Sekolah Berbasis Potensi Sekolah Dasar (Pesona SD) sebagai strategi meningkatkan mutu sekaligus memperkuat citra sekolah negeri. Program tersebut diperkenalkan melalui Workshop Pesona SD, Digitalisasi Pembelajaran, Kokurikuler, dan Robotika yang digelar di Djon’s Pool, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah baru Disdikbud Kuningan dalam mendorong setiap sekolah dasar memiliki identitas dan keunggulan masing-masing sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta bersaing dengan sekolah lainnya.

Iklan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa inovasi pendidikan harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar menjadi dokumen administrasi.

“Program ini merupakan gagasan inovasi yang harus diterapkan. Saya mendukung penuh agar inovasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan,” tegas Elon sapaanya.

Iklan

Menurutnya, setiap inovasi yang lahir dari aparatur pendidikan harus menjadi gerakan perubahan yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya, M.M., menjelaskan bahwa Pesona SD dirancang agar setiap sekolah memiliki branding yang lahir dari potensi dan kekuatan masing-masing.

“Setiap sekolah harus memiliki identitas, karakter, dan nilai jual. Orang tua nantinya memiliki banyak pilihan sekolah sesuai bakat dan minat anaknya,” ujarnya.

Surya menegaskan, Dinas Pendidikan tidak menentukan branding sekolah. Seluruh konsep pengembangan disusun berdasarkan kesepakatan warga sekolah dengan menggali potensi yang dimiliki.

“Branding lahir dari keyakinan sekolah terhadap potensinya sendiri. Setelah disepakati bersama, dibuat komitmen antara sekolah dan Dinas Pendidikan sebagai arah pengembangan ke depan,” jelasnya.

Iklan

Ia berharap strategi tersebut mampu memperkuat posisi sekolah negeri agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat, tanpa mengurangi peran sekolah swasta.

“Kita ingin sekolah negeri dan swasta sama-sama maju. Pemerintah harus hadir agar sekolah negeri tetap dipercaya masyarakat,” katanya.

Workshop diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri atas pengawas korwil, Ketua K3S se-Kabupaten Kuningan, pengurus KKG Kabupaten Kuningan, serta perwakilan guru dari setiap kecamatan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh empat materi utama, yakni Pesona SD, Digitalisasi Pembelajaran, Kokurikuler, dan Robotika, sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Materi disampaikan oleh Surya, M.M., Dr. Rokayah selaku dosen dan fasilitator Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat, Gema sebagai Juara I Guru Model Pembelajaran, serta Aditya, praktisi robotika asal Bandung.

Melalui Program Pesona SD, Disdikbud Kuningan berharap setiap sekolah dasar mampu membangun identitas yang kuat, mengoptimalkan pembelajaran berbasis digital, mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan kokurikuler, serta mengenalkan robotika sejak dini untuk menyiapkan generasi yang kreatif, berkarakter, unggul, dan siap menghadapi era transformasi digital. (OM)