Deklarasi BOBOKO Kuningan, Kang Yuki Tekankan Budaya Suporter yang Dewasa dan Bermartabat

Olahraga, Sosial1,270 views

KUNINGAN ONLINE – Bobotoh Kolot (BOBOKO) Distrik Kabupaten Kuningan resmi dideklarasikan dan dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di RM Saung Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Sabtu (6/6/2026).

Kehadiran organisasi ini menjadi wadah bagi para bobotoh senior yang tidak hanya berkomitmen mendukung Persib Bandung, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya Sunda dan berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Iklan

Acara deklarasi dan pelantikan tersebut dihadiri Ketua BOBOKO Pusat, Yuki, jajaran pengurus pusat, tokoh masyarakat, unsur Pemerintah Kabupaten Kuningan, anggota DPRD, serta para bobotoh dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

Dalam kesempatan itu, kepengurusan BOBOKO Distrik Kuningan secara resmi dikukuhkan dengan Deni Hamdani sebagai Ketua Distrik.

Iklan

Mewakili Bupati Kuningan, Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Aris Sutendi, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi tersebut. Menurutnya, kehadiran BOBOKO membawa energi positif dalam memperkuat semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Deklarasi BOBOKO Kuningan hari ini terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah kebahagiaan seluruh bobotoh setelah Persib Bandung berhasil meraih gelar juara Liga 1 Indonesia secara berturut-turut,” ujar Aris saat membacakan sambutan Bupati Kuningan.

Ia menilai keberhasilan Persib menjadi juara tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin, kekompakan, dan manajemen yang baik. Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Kuningan yang lebih maju.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga mengapresiasi sikap tertib dan dewasa masyarakat saat merayakan keberhasilan Persib. Karena itu, BOBOKO diharapkan mampu menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap klub kebanggaan tidak hanya diwujudkan melalui dukungan di stadion, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

“BOBOKO Kuningan diharapkan menjadi contoh bahwa kecintaan kepada Persib tidak hanya hadir saat pertandingan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam kegiatan kemanusiaan, olahraga, keagamaan, pelestarian budaya, hingga partisipasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BOBOKO Pusat, Kang Yuki, menegaskan bahwa organisasi tersebut lahir dari keinginan untuk menjaga identitas budaya Sunda di tengah perkembangan dunia suporter yang semakin dinamis.

Menurutnya, para bobotoh senior merupakan bagian dari sejarah panjang perjalanan Persib Bandung yang memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi penerus.

“Budaya Sunda memiliki filosofi silih asah, silih asih, silih asuh. Nilai-nilai itulah yang harus tetap menjadi identitas utama bobotoh. Karena itu kami membentuk BOBOKO sebagai wadah persaudaraan yang kokoh sekaligus memiliki legalitas organisasi yang jelas,” kata Kang Yuki.

Ia menjelaskan, sejak mulai dirintis pada tahun 2024, BOBOKO berkembang cukup pesat. Saat ini organisasi tersebut telah memiliki sekitar 1.500 anggota dengan jaringan distrik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Dalam kesempatan itu, Kang Yuki juga menegaskan bahwa kehadiran BOBOKO bukan untuk membedakan ataupun memisahkan komunitas suporter yang sudah ada. Sebaliknya, organisasi ini hadir untuk memperkuat persatuan dan mempererat tali persaudaraan di kalangan bobotoh.

“Perbedaan komunitas bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling memahami dan memperkuat satu sama lain. Kami ingin persaudaraan bobotoh tetap utuh dan semakin kuat. BOBOKO hadir bukan untuk membedakan, tetapi untuk menyatukan,” tegasnya.

Kang Yuki berharap kepengurusan BOBOKO Kuningan yang baru dilantik dapat menjadi salah satu distrik terbaik yang aktif, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kecintaan terhadap Persib harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

“Setelah pertandingan selesai, kita kembali menjadi bagian dari keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial. BOBOKO harus menjadi pelopor lahirnya budaya suporter yang lebih baik, lebih dewasa, dan mampu menjadi contoh positif bagi anak-anak muda,” pungkasnya.

Dengan resmi terbentuknya BOBOKO Distrik Kabupaten Kuningan, seluruh pengurus dan anggota berkomitmen menjadikan organisasi ini sebagai wadah silaturahmi, pelestari budaya Sunda, sekaligus motor penggerak berbagai kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (OM)