Capacity Building IGTKI Kuningan, Bupati Dian: Guru Hebat Tak Pernah Berhenti Belajar

Pendidikan172 views

KUNINGAN ONLINE – Ratusan guru dan kepala Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten Kuningan, di Objek Wisata Woodland Desa Setianegara, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Woodland Setianegara, Kabupaten Kuningan, tersebut menjadi momentum bagi para pendidik untuk memperkuat kapasitas, wawasan, profesionalisme, sekaligus membangun kekompakan organisasi dalam menghadapi perkembangan pendidikan anak usia dini.

Iklan

Kegiatan diikuti sekitar 399 peserta, terdiri dari 349 guru dan kepala TK serta 50 pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Iklan

Menurut Bupati Dian, capacity building bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperbarui semangat serta memperluas perspektif dalam mendidik anak usia dini.

“Guru yang hebat hari ini bukanlah guru yang merasa sudah mengetahui semuanya. Guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar,” tegasnya.

Bupati Dian mengatakan, pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis karena menjadi fondasi dalam membentuk karakter, keberanian, kepedulian, serta kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan.

Guru PAUD, lanjutnya, tidak hanya bertugas mengenalkan warna, huruf, dan angka. Lebih dari itu, guru memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan dunia kepada anak sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Bupati Dian mengingatkan para guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tetap tidak dapat menggantikan sentuhan manusia dalam pendidikan anak.

“Anak-anak perlu rentangan tangan-tangan orang yang memahami dan menyayangi mereka. Itu tidak tergantikan oleh teknologi informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, menjelaskan bahwa kegiatan Capacity Building tersebut memiliki sejumlah tujuan, salah satunya mempersiapkan kader organisasi yang solid melalui pembinaan bagi para kepala dan guru TK.

Selain itu, kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman serta memperkuat hubungan antara IGTKI-PGRI dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Kami ingin menyiapkan kader-kader kepengurusan IGTKI yang solid melalui pembinaan organisasi bagi kepala dan guru TK,” kata Yuli.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga dikemas di luar ruangan sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Gunung Ciremai. Para peserta diajak mengenal potensi alam dan wisata yang ada di Kabupaten Kuningan.

Menurut Yuli, pengalaman tersebut penting agar para guru tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga merasakan langsung lingkungan yang nantinya dapat diperkenalkan kepada anak-anak didik.

“Kami ingin para guru mendapatkan pengalaman secara langsung. Nantinya pengalaman itu bisa menjadi bekal ketika mereka membawa anak-anak didiknya mengenal lingkungan dan potensi wisata yang ada di Kuningan,” jelasnya.

Yuli menambahkan, penggunaan jasa event organizer dalam kegiatan tersebut dilakukan agar para pengurus dapat lebih fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa terbebani persoalan teknis penyelenggaraan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati, S.Sos., mengapresiasi dedikasi keluarga besar IGTKI-PGRI dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, kegiatan Capacity Building menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas diri dan organisasi, sekaligus mempererat silaturahmi, kekompakan, serta semangat para pendidik untuk terus berkembang.

Ia juga mengajak IGTKI-PGRI bersama pemerintah daerah menyukseskan gerakan Wajib PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah bagi anak usia 5–6 tahun.

“Semoga IGTKI-PGRI semakin solid, profesional, dan kuat dalam mewujudkan generasi anak Kuningan yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Selain penguatan kapasitas, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi IGTKI-PGRI untuk menindaklanjuti gagasan kegiatan retreat bagi para guru sebagaimana disampaikan Bupati Kuningan. Usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama bidang terkait.

Melalui kegiatan ini, IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan berharap para guru dan kepala TK tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era perubahan teknologi.

Penguatan kompetensi pendidik sejak usia dini diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia Kabupaten Kuningan menuju Kuningan Melesat. (OM)