Bupati Kuningan Buka Mastamaba UM Kuningan 2026, Mahasiswa Diminta Kejar Ilmu dan Jadi Pribadi yang Bermanfaat

Pendidikan33 views

KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaba) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) Tahun Akademik 2026 di Lapang Kampus I UM Kuningan, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UM Kuningan, sivitas akademika, serta ratusan mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Iklan

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa bangku kuliah semestinya menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter, watak, dan daya kritis mahasiswa. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak boleh hanya dipandang sebagai jalur formalitas untuk memperoleh ijazah.

“Jangan pernah menganggap kuliah hanya kelanjutan formalitas setelah SMA, dan jangan melihat kampus hanya sebagai tempat berburu ijazah. Di sini kalian belajar ilmu, tetapi lebih dari itu, kalian belajar cara berpikir, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan menemukan jati diri,” ujar Dian.

Iklan

Ia mengingatkan para mahasiswa baru agar menyadari besarnya kesempatan yang mereka miliki untuk mengenyam pendidikan tinggi. Sebab, akses menuju bangku perkuliahan masih menjadi impian yang belum dapat dirasakan oleh banyak generasi muda seusia mereka.

Menurut Dian, keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari tingginya nilai akademik maupun gelar yang diperoleh. Lebih dari itu, ilmu yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan hanya mengejar nilai, tetapi kejarlah ilmu. Jangan hanya ingin jadi orang pintar, jadilah orang yang bermanfaat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa Kuningan membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman, namun tetap memiliki etika serta tidak kehilangan akar budaya daerah.

“Kuningan memerlukan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, sekaligus siap berpeluh memperjuangkannya. Kita butuh generasi yang berpikiran global, tetapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Kuningan,” katanya.

Ia menambahkan, apa pun profesi yang kelak dipilih mahasiswa, baik sebagai birokrat, wirausahawan, guru, periset, maupun profesi lainnya, etika publik dan kepedulian sosial harus tetap menjadi kompas dalam menjalankan pengabdian.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi UM Kuningan dalam membangun pendidikan tinggi sekaligus melahirkan lulusan yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Dian juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak pasif selama menjalani kehidupan kampus. Mereka diharapkan aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta berani menyampaikan gagasan dan mengambil sikap.

“Masa depan tidak diberikan kepada mereka yang hanya menunggu, melainkan dibangun oleh mereka yang berani belajar, berani berjuang, dan tidak takut gagal,” tuturnya.

UM Kuningan Sambut Mahasiswa sebagai “Adipati Muda”

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. Apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyambut kedatangan mahasiswa baru dengan pesan bahwa kampus merupakan rumah kedua bagi para mahasiswa untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Dalam semangat penyambutan tersebut, mahasiswa baru UM Kuningan diperkenalkan sebagai “Adipati Muda”, sebuah sebutan yang merepresentasikan harapan agar generasi muda Kuningan mampu menjadi bagian dari penjaga masa depan bangsa dan daerah.

“Rumah Kedua UM Kuningan adalah tempat kalian bertumbuh dan belajar. Ruang bertumbuh, tempat mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” demikian pesan yang disampaikan UM Kuningan kepada mahasiswa baru.

Rektor juga menegaskan bahwa pilihan ribuan calon mahasiswa untuk mempercayakan masa depan pendidikannya kepada UM Kuningan merupakan sebuah kepercayaan besar sekaligus amanah bagi institusi.

“Atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk turut mendidik dan membimbing putra-putri Bapak/Ibu, kepercayaan ini adalah amanah yang akan kami emban dengan penuh tanggung jawab. Kami berkomitmen mendampingi ananda sekalian selama menempuh pendidikan di kampus ini,” ungkapnya.

Pesan tersebut diperkuat dengan nilai keislaman melalui kutipan QS. Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan kemuliaan orang-orang beriman dan berilmu.

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat…” QS. Al-Mujadalah [58]: 11

UM Kuningan menegaskan bahwa perjalanan menuntut ilmu bukan sekadar proses akademik, melainkan bagian dari ikhtiar menuju kemuliaan di sisi Allah SWT.

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan penyambutan bagi para mahasiswa baru:

Dari gerbang Kuningan kalian melangkah, Membawa mimpi, cita, dan segala asa. Bukan sekadar mahasiswa biasa,
Kalian adalah Adipati Muda, penjaga masa depan bangsa.

Wahai Adipati Muda, jangan pernah ragu, Jalan ilmu ini adalah jalan yang syahdu. Setiap peluh yang jatuh di ruang kelas kalian,
Kelak menjelma menjadi mahkota kejayaan.

Pendidikan dan Budaya sebagai Fondasi Generasi Muda

Semangat pendidikan dan pembangunan karakter tersebut juga sejalan dengan komitmen UM Kuningan dalam menjaga dan mengenalkan identitas budaya daerah.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, UM Kuningan turut mengambil bagian dalam Karnaval Budaya Kuningan. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap Kuningan sebagai tanah kelahiran Angklung Diatonis, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya harmoni, kebersamaan, dan pelestarian budaya leluhur.

Melalui momentum Mastamaba 2026, UM Kuningan berharap mahasiswa baru tidak hanya tumbuh menjadi insan akademis yang unggul, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap daerah dan budaya.

Dengan semangat sebagai Adipati Muda, mahasiswa baru UM Kuningan diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, berorganisasi, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pembukaan Mastamaba 2026 pun menjadi awal perjalanan baru bagi ratusan mahasiswa untuk menapaki dunia perguruan tinggi—membawa mimpi dan cita-cita dari Kuningan, untuk kemudian berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (OM)