Bupati Dian Dorong Deteksi Dini Kanker Anak, Puskesmas dan Kader PKK Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kesehatan, Sosial45 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kanker anak. Salah satunya melalui Sosialisasi Kanker Anak bagi Tenaga Kesehatan dan Kader PKK Kabupaten Kuningan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., serta menghadirkan Yayasan Anyo Indonesia dan dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi, dr. Edi Setiawan Tehuteru, sebagai narasumber.

Iklan

Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader PKK dalam mengenali tanda dan gejala kanker pada anak. Harapannya, kasus kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan medis bisa segera dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Martono, MARS., mengatakan kanker anak tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, pendidikan, kehidupan sosial hingga ekonomi keluarga.

Iklan

“Anak yang menjalani pengobatan kanker sering kali harus berhenti sekolah sementara, menjalani pemeriksaan dan pengobatan berulang, hingga kehilangan kesempatan bermain bersama teman-temannya. Karena itu, penanganan kanker anak membutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Martono menyebut masih terdapat kasus kanker anak yang baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tanda-tanda awal kanker serta kekhawatiran untuk memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan.

Karena itu, ia meminta tenaga kesehatan di seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala kanker anak. Puskesmas, kata Martono, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi, pemeriksaan awal hingga proses rujukan.

“Pelayanan harus ramah, cepat, dan mudah dipahami masyarakat,” tegasnya.

Peran kader PKK dan kader kesehatan juga dinilai sangat penting. Mereka merupakan pihak yang dekat dengan masyarakat dan dapat membantu menemukan persoalan kesehatan anak sejak dini melalui lingkungan keluarga dan komunitas.

Ketua Yayasan Anyo Indonesia, Pinta Manulang Panggabean, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap kegiatan tersebut.

Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke Kuningan dan terkesan dengan lingkungan yang bersih serta komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat.

Yayasan Anyo Indonesia sendiri telah bergerak selama 14 tahun dalam memberikan edukasi, pendampingan hingga bantuan bagi anak-anak penyintas kanker di berbagai daerah Indonesia.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 83 dokter spesialis hematologi onkologi anak. Di sisi lain, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 11 ribu kasus baru kanker anak.

Keterbatasan tenaga spesialis serta masih tingginya kasus yang terlambat terdiagnosis menjadi tantangan dalam meningkatkan angka kelangsungan hidup anak penderita kanker di Indonesia.

Untuk memberikan motivasi kepada peserta, Yayasan Anyo Indonesia juga menghadirkan Siti Julia, salah satu penyintas kanker mata atau retinoblastoma. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa kanker pada anak dapat dilawan dengan penanganan yang tepat, dukungan keluarga dan kepedulian lingkungan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi Yayasan Anyo Indonesia yang memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

Menurutnya, kehadiran dr. Edi Setiawan Tehuteru merupakan kesempatan yang sangat berharga mengingat jumlah dokter spesialis kanker anak di Indonesia masih terbatas.

“Kesempatan seperti ini sangat jarang. Dokter spesialis kanker anak di Indonesia jumlahnya sangat sedikit. Mari manfaatkan waktu ini untuk menambah ilmu demi keselamatan anak-anak kita,” ujar Bupati.

Dian juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Yayasan Anyo Indonesia yang selama bertahun-tahun memberikan perhatian kepada anak-anak penderita kanker.

Ia mengisahkan perjuangan pendiri yayasan yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak penderita kanker setelah kehilangan putra tercinta akibat penyakit tersebut.

Menurut Bupati, perjuangan tersebut merupakan bentuk pengabdian luar biasa yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi semua pihak.

Lebih jauh, Dian menegaskan bahwa persoalan kanker anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh keluarga maupun tenaga kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, kader PKK, tenaga kesehatan dan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal kanker agar anak dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Edukasi, kepedulian, dan deteksi sedini mungkin menjadi kunci agar mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (OM)