KUNINGAN ONLINE – Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi unggul.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan wilayah (Binwil) yang digelar di beberapa Kecamatan , dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan, PKK, serta para orang tua murid.
Bunda PAUD Ela menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak ke depan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar seluruh anak usia 5–6 tahun wajib mengikuti pendidikan prasekolah minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar.
“Pendidikan anak usia dini adalah investasi terbesar bangsa. Kita tidak ingin anak-anak masuk SD tanpa bekal kemandirian dan keterampilan dasar,” ujarnya, kepada Kuninganonline.com, Kamis (30/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa mulai tahun ajaran 2026/2027, seluruh anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Kuningan diharapkan sudah mengenyam pendidikan di TK atau kelompok bermain (Kober), sesuai dengan ketersediaan di lingkungan masing-masing.
Selain aspek pendidikan, perhatian juga diberikan pada pemenuhan gizi anak. Bunda PAUD mengajak masyarakat untuk menggalakkan program GEMATELMISU (Gemar Makan Telur dan Minum Susu) sebagai upaya pencegahan stunting serta peningkatan kecerdasan dan kesehatan anak. Menurutnya, telur dan susu mengandung nutrisi penting seperti protein, omega-3, vitamin, serta mineral yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, fisik, dan mental anak.

“Anak yang mendapatkan gizi seimbang cenderung lebih ceria, mudah belajar, dan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, S.E., M.Si., menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut melalui penguatan akses dan kualitas layanan PAUD di seluruh wilayah.
Ia menjelaskan, Disdikbud terus melakukan berbagai upaya, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, hingga sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan prasekolah.
“Kami berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas. Kolaborasi dengan semua pihak menjadi kunci agar program ini berjalan optimal,” ungkap Dicky.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga melibatkan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak.
Kegiatan Binwil tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, berbagi praktik baik, serta penguatan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dengan adanya dorongan wajib belajar prasekolah dan perhatian terhadap pemenuhan gizi, diharapkan anak-anak di Kabupaten Kuningan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini. (OM)









