Bunda PAUD dan Disdikbud Kuningan Ajak Orang Tua Perkuat Gizi dan Pola Asuh Anak Sejak Dini

Pendidikan, Sosial199 views

KUNINGAN ONLINE – Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif kembali menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan di Kabupaten Kuningan.

Hal tersebut disampaikan Kasi PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana, saat mendampingi kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., pada kegiatan Bina Wilayah (Binwil) TP PKK Kabupaten Kuningan di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Senin (18/5/2026).

Iklan

Dalam kegiatan tersebut, Eris yang mewakili Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, SE., M.Si., menegaskan bahwa PAUD Holistik Integratif merupakan program nasional yang terus diperkuat implementasinya di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, konsep PAUD Holistik Integratif tidak hanya berfokus pada pendidikan semata, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak.

Iklan

“PAUD Holistik Integratif memiliki lima aspek utama, yaitu pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Ini menjadi misi utama Bunda PAUD dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Eris.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong program “Satu Desa Satu Layanan PAUD” agar seluruh anak usia dini mendapatkan akses pendidikan yang layak dan merata.

“Alhamdulillah, hampir seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan sudah memiliki layanan PAUD. Program satu tahun pra-SD atau wajib belajar 13 tahun juga terus kami dorong agar berjalan optimal,” katanya.

Selain pendidikan, aspek kesehatan dan gizi juga menjadi perhatian serius. Dalam kesempatan tersebut, Eris mengingatkan pentingnya membiasakan pola hidup bersih sejak usia dini, mulai dari mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kuku, hingga menjaga kerapihan diri.

Eris juga menegaskan pola konsumsi anak-anak yang kini rentan terhadap makanan instan tinggi gula, garam, dan makanan ultra processed food.

“Terlalu banyak konsumsi minuman tinggi gula dan makanan ultra processed food seperti nugget dan sosis harus mulai dibatasi. Sekarang bahkan ada anak usia di bawah 10 tahun yang sudah terkena diabetes melitus. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Eris mengajak para orang tua agar lebih memperhatikan pola asuh dan komunikasi dengan anak di tengah perkembangan teknologi digital.

“Jangan sampai di rumah orang tua sibuk bermain media sosial sementara anak sibuk bermain game tanpa komunikasi. Anak usia dini sedang berada pada fase kritis dan penuh rasa ingin tahu. Pertanyaan mereka harus dijawab dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar orang tua membiasakan kegiatan sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur untuk mempererat hubungan emosional dengan anak.

Di akhir sambutannya, Eris berharap Kabupaten Kuningan kembali meraih prestasi tingkat nasional di bidang PAUD.

“Kami mohon doa dan dukungannya. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Kuningan kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam bidang PAUD,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan juga memperkenalkan slogan tahun 2026 bertajuk GEMATELMISU (Gemar Makan Telur dan Minum Susu) sebagai bagian dari gerakan peningkatan gizi anak usia dini.

Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., dalam sambutannya mengajak seluruh kader PKK, guru PAUD, dan para orang tua untuk bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Menurutnya, anak-anak merupakan aset masa depan daerah yang harus dipersiapkan secara serius, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan.

“Anak-anak hari ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, aktif, dan memiliki karakter yang baik. Karena itu, peran keluarga terutama ibu sangat penting dalam membentuk kebiasaan positif anak sejak dini,” ujar Ela Helayati.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, kader PKK, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak agar mereka mendapatkan pendidikan, gizi, kasih sayang, dan perlindungan yang baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Cilimus, Risanti Hanifiani Rizwanda, S.Sos., mengatakan bahwa kegiatan Bina Wilayah merupakan agenda rutin tingkat kabupaten dalam rangka evaluasi sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan program PKK di desa-desa.

“Kegiatan ini untuk melihat sejauh mana administrasi dan program-program PKK berjalan dengan baik di desa. Pembinaan juga dilakukan untuk seluruh desa di Kecamatan Cilimus,” ujarnya.

Ketua TP PKK Desa Sampora, Icah Anisah, S.Pd., menambahkan bahwa pihak desa menampilkan berbagai program unggulan sebagai bentuk kesiapan dan bukti nyata aktivitas PKK yang berjalan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Eris juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini terkait bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kita harus menanamkan kepada anak-anak agar peduli terhadap teman, berani melapor jika melihat tindakan bullying, dan tidak menjadi pelaku kekerasan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak,” tutupnya. (OM)