Budidaya Ikan Koi Bisa Jadi Pilihan Investasi Masa Depan

Ekonomi/Bisnis5,357 views

NUSAHERANG (KO) – Ikan Kancra Hias atau yang dikenal dengan sebutan Ikan Koi, kini sedang tranding loh. Ikan yang mempunyai warna yang cerah dan elok tersebut memiliki kharismatik tersendiri, terutama umurnya yang cukup panjang, sehingga harga ikan koi terbilang mahal.

Menurut Petani Ikan Koi, Diding warga Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang, ada dua kategori pada ikan hias tersebut, diantaranya lokal dan impor. Untuk pola atau jenis pada ikan koi terbilang sangat banyak juga.

Iklan

“Ikan koi ini merupakan salah satu ikan hias yang cukup tranding di masyarakat. Bahkan, kontes koi tingkat nasional juga sering digelar di Kuningan, denger-denger Februari mendatang akan digelar juga kontes lagi tepatnya 18-20 di Gor Ewangga,” terangnya yang juga berprofesi sebagai Guru di SDN Tugumulya, Sabtu (15/1/2022).

Mengenai budidaya ikan koi, ia menjelaskan, satu indukan dengan ukuran 50 CM ke atas bisa menghasilkan telur 40 ribu sampai 60 ribu telur ikan. Untuk perawatan dan pembesaran tergantung pakan yang digunakan.

Iklan

“Selain pakan, suhu air, kedalaman kolam, letak geografis pun sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan,” jelasnya.

Ia yang sekarang memiliki 12 kolam tersebut, sudah melakukan budidaya hampir 3 Tahun lamanya. Untuk penjualan, selain dilakukan secara online dan kolaborasi dengan berbagai pihak, banyak warga sekitar dan kerabat yang berdatangan membeli.

“Kalo ikan hias dijualnya per-ekor dan per-centi. Untuk harga tergantung motif dan kualitas. Saya biasa menjual bibitnya, satu ekor dengan ukuran 10 CM ke bawah dihargai Rp. 10 Ribu hingga Rp. 25 Ribu/ per-ekor,” terangnya kembali.

Kolam Pembesaran Jaring Apung (Dusun Wage Desa Cikadu)
Iklan

Bibit ikan yang siap jual, membutuhkan kurun waktu selama 3 Bulan, demikian lanjutnya. Sedangkan untuk ikan yang diperuntukan kontes, koleksi aquarium, dan induk, membutuhkan waktu 6 bulan lamanya.

“Untuk ukuran ikan 6 bulan itu, perkiraan 25 CM ke atas masa pertumbuhan. Adapun harganya mulai dari Rp. 300 Ribu hingga jutaan tergantung patren, body, corak ikan dan kategorinya lokal atau impor,” lanjutnya.

Kendati demikian, proses pemeliharaan ikan koi terbilang cukup ribet. Petani ikan harus bisa bersabar karena membutuhkan waktu dan perawatan khusus.Terutama menjaga sirkulasi air, agar ikan tidak mabok dan pakan yang bagus.

“Tantangannya seperti hama burung, ulat air, cuaca sehingga gagal pemijahan, kepiting yang suka membuat lubang sehingga kolam pun bocor dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Jika ingin hasil yang memuaskan, menurutnya membutuhkan perjuangan yang konsisten dan pemahaman dalam pemeliharaan kolam. Sementara untuk rencana kedepannya, ia berharap bisa membuat beberapa kolam ikan lagi untuk budidaya ikan koi.

“Selain bisa melepas pikiran penat saat nongkrong memberi pakan ikan, budidaya ini sangat menjanjikan untuk masa depan keluarga,” pungkasnya. (Gie)