BUMDes Karya Ganda Windusari Panen Perdana Jagung, Pj Sekda Kuningan: Ketahanan Pangan Desa Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Pemerintahan, Sosial1,287 views

KUNINGAN ONLINE – Program Ketahanan Pangan Desa (Ketapang) kembali menunjukkan hasil nyata melalui panen perdana jagung yang digagas BUMDes Karya Ganda Windusari, Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kamis (25/9/2025).

Panen yang berlangsung di lahan bengkok desa ini menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen pendukung pembangunan pedesaan.

Iklan

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan Sri Lailasari, Pj Sekda Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., Kapolsek Nusaherang W. Rukwili, Camat Nusaherang Neneng Nurlaela Sari, S.STP., M.Si., Kepala UPTD Diskatan Kadugede, Kepala BRMP Sayuran Dr. Noor Roufiq Ahmadi, S.T.P., M.P., Kepala Desa Windusari Kodiman, S.E., para penyuluh pertanian lapangan (PPL), mahasiswa PPL dari STKIP Husnul Khotimah, komunitas Jabar Hejo, hingga para petani jagung sebagai pelaku utama di lapangan.

Kepala Desa Windusari Kodiman menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang kini telah diluncurkan di desanya.

Iklan

“Panen jagung ini merupakan bentuk transparansi dari BUMDes kepada masyarakat. Kami berharap BUMDes bisa menjadi sumber penghasilan bagi desa sekaligus motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.

Kodiman menambahkan, lahan jagung tersebut ke depan akan dikembangkan sebagai destinasi agrowisata dengan konsep tumpang sari, memadukan tanaman jagung dengan buah naga.

“Alhamdulillah hasil jagung besar-besar karena dipelihara dengan baik oleh anggota BUMDes. Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan infrastruktur jalan usaha tani (JUT) agar panen mendatang berjalan lebih lancar,” katanya.

Sementara itu, Pj Sekda Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan, sekaligus prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Sektor pertanian adalah sektor unggulan dan prioritas nasional. Ketahanan pangan adalah tulang punggung kemerdekaan sesungguhnya,” ujarnya.

Wahyu juga menjelaskan bahwa Kabupaten Kuningan tengah mencanangkan strategi pembangunan berbasis heptahelix, dengan menambahkan peran investor dan diaspora, yaitu warga Kuningan yang sukses di luar daerah, untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Kunci ketahanan pangan ada pada pemberdayaan petani dengan harga yang pantas. Program Ketapang yang dijalankan BUMDes membuktikan sinergi pemerintah desa, masyarakat, komunitas, akademisi, hingga dunia usaha. Kuningan saat ini mencanangkan konsep heptahelix dengan melibatkan investor dan diaspora Kuningan agar berkontribusi dalam pembangunan. BUMDes bukan hanya lembaga ekonomi desa, tetapi motor penggerak ekonomi lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan, panen bukan akhir dari proses melainkan awal dari harapan baru.

“Menanam adalah doa, panen adalah berkah. Siapa yang menanam dengan cinta, akan menuai kesejahteraan,” pungkasnya. (OM)