BANDUNG (KO) – Kuliah Umum dan Bedah Buku bernama Aldera diusulakan oleh Pius Lustrilanang, aktivis mahasiswa asal Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung yang gigih memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia.
Bedah buku dengan judul Aldera ini diambil dari nama sebuah gerakan gerakan mahasiswa era 1990-an. Aldera adalah singkatan dari Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) yang merupakan gerakan besar prodemokrasi yang berjuang bersama gerakan buruh, perempuan, agraria, lingkungan, masyarakat adat, dan gerakan demokrasi lainnya yang punya satu tujuan, meruntuhkan rezim otoriter dan korup bernama Orde Baru.
Pius Lustrilanang mengatakan dalam buku ini berisi perjuangannya yang pernah diculik oleh rezim berkuasa dan dituangkan dalam buku Aldera, Potret Gerakan Politik kaum Muda 1993-1999.
“Buku ini bukan sekadar catatan sejarah, tapi juga inspirasi dan semangat intelektual untuk menegakkan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum, ” ujarnya pada, Rabu (7/11).
Ia menceritakan di kampus Unpar bersama beberapa temannya, ia membangun Unit Studi Ilmu Kemasyarakatan (USIK).
USIK pun turut bergerak bersama jaringan aktivis mahasiswa lainnya di Jawa Barat dan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan HAM.
“Buku ini merekam tahun 99 dan menjadi bacaan wajib untuk mahasiswa yang ingin tahu sejarah dan menjadi sarana reuni para aktivis mulai dari Jawa, Bali, Lombok, hingga Sulawesi Selatan, ” katanya.
Ia pun berharap para mahasiswa bisa menjaga sikap kritis pada kekuasaan yang ada.
“Saya harap mahasiswa siap untuk turun kembali ke jalan ketika rakyat memanggil,” imbuhnya.
Sementara itu Rektor Unpar, Mangadar Situmorang Ph.D mengatakan, ini bukan perjuangan individu tapi perjuangan kebangsaan.
“Ketika membaca Aldera bisa melihat bahwa untuk sampai ke posisi ini ada perjuangan yang dimulai dari idealisme pribadi, berkembang jadi idealisme beberapa orang dan kini jadi gerakan yang lebih luas tidak hanya di Jawa Barat tapi nasional,” kata Mangadar.
Di acara ini mahasiswa pun cukup banyak yang menuangkan aspirasi dan pertanyaan dilontarkan kepada pembicara yang membahas tentang gerakan mahasiswa oleh tiga narasumber yang merupakan pakar di bidangnya.
Mereka adalah Dekan FISIP Unpar, Dr. Pius Sugeng Prasetyo; Dekan Fakultas Hukum Unpar, Dr. IUR. Liona Nanang Supriatna, dan Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unpar, Elisabeth A S Dewi Ph.D .(OM)









