BAZNAS RI Apresiasi Produksi Batik Ciprat Yayasan Antara Graha Berdaya, Jadi Percontohan Pemberdayaan Disabilitas Mental

Sosial167 views

KUNINGAN ONLINE – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Antara Graha Berdaya di Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, untuk meninjau pelaksanaan program Kelompok Disabilitas Berdaya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi terhadap bantuan modal usaha sebesar Rp50 juta yang telah disalurkan BAZNAS RI guna mendukung pengembangan usaha Batik Ciprat yang dikelola oleh kelompok penyandang disabilitas mental di yayasan tersebut.

Iklan

Hadir dalam kegiatan itu Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A. dan Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si. Keduanya didampingi jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan yang dipimpin Ketua H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., bersama Wakil Ketua I H. Syarifudin, Lc., M.Pd., Wakil Ketua II Asep Z. Fauzi, M.Pd., Wakil Ketua III Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes., serta Wakil Ketua IV Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom, Sabtu (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Saidah Sakwan menyampaikan apresiasi kepada pengelola Yayasan Antara Graha Berdaya yang dinilai konsisten mendampingi para penyandang disabilitas mental agar mampu hidup lebih mandiri dan produktif.

Iklan

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan usaha produktif merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus membangun kemandirian mereka.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Graha Berdaya. Ke depan, insyaallah akan ada program-program lanjutan lainnya dari BAZNAS yang diintegrasikan untuk mendukung penguatan kelompok disabilitas di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, yang menilai dukungan dari BAZNAS membawa dampak positif, baik secara psikologis maupun ekonomi bagi para warga binaan yayasan.

Ia mengatakan, selama ini Yayasan Antara Graha Berdaya bertahan berkat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Karena itu, bantuan modal usaha dari BAZNAS menjadi suntikan semangat sekaligus penguatan bagi keberlangsungan program pemberdayaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan,” kata Lukman.

Produk unggulan yang dikembangkan dalam program tersebut adalah Batik Ciprat, batik khas yang seluruh proses pembuatannya dilakukan oleh para penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah menjalani proses pemulihan dan pelatihan kemandirian di yayasan.

Melalui kegiatan membatik, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dan penghasilan, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri serta kemampuan bersosialisasi di tengah masyarakat.

Yayasan Antara Graha Berdaya sendiri berdiri sejak tahun 2016 sebagai lembaga sosial yang fokus memberikan pendampingan, perawatan, serta pelatihan bagi penyandang disabilitas mental. Di tengah keterbatasan fasilitas dan pendanaan, yayasan ini terus berkomitmen menghadirkan ruang yang inklusif agar para warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.

Kunjungan BAZNAS RI tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi kelompok rentan, sehingga manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya. (OM)