Arunika Kuningan, Resto di Atas Awan Bernuansa Jepang di Kaki Gunung Ciremai

Kuliner, Wisata713 views

KUNINGAN ONLINE — Arunika Kuningan sebagai destinasi wisata favorit di Kabupaten Kuningan. Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Ciremai, kawasan ini menyuguhkan panorama alam yang memukau. Saat kabut turun, Arunika kerap disebut pengunjung sebagai restoran di atas awan.

Tak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan, Arunika Kuningan juga menghadirkan konsep wisata unik bernuansa budaya Jepang. Sentuhan Negeri Sakura terasa sejak awal kedatangan pengunjung, mulai dari desain bangunan, ornamen, interior, pelayanan, hingga kostum pramusaji. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Ciremai bahkan membuat pengunjung seolah berada di kaki Gunung Fuji.

Iklan

“Arunika kami rancang bukan hanya sebagai tempat makan, tetapi sebagai kawasan wisata yang menghadirkan pengalaman. Pengunjung bisa menikmati alam, budaya, edukasi, dan kuliner dalam satu tempat,” ujar Cucu Pepen, Food and Beverage Kawasan Arunika kepada KuninganOnline.com, Minggu (28/12/2025).

Kawasan Wisata Terpadu

Iklan

Arunika Eatery merupakan kawasan wisata terpadu yang terdiri dari beberapa area utama. Arunika mengusung konsep gazebo dan area piknik dengan beragam pilihan menu, mulai dari camilan hingga hidangan berat seperti beef katsu, ramen shoyu, nasi bebek Arunika, bakmi bakso pangsit, hingga aneka makanan ringan.

Sementara itu, Joglo Arunika memadukan arsitektur khas Indonesia dan Jepang yang tampil unik dan estetik. Di area ini tersedia berbagai menu, seperti gyoza, oden, ayam masak jahe, sop iga, hingga salmon ochazuke. Menariknya, bahan pangan yang digunakan, khususnya sayuran, sebagian besar berasal dari petani lokal.

“Sebagian besar bahan, terutama sayuran, kami ambil dari warga sekitar. Selain menjaga kualitas, ini juga bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Moh. Dzaky, Restoran Manager Joglo Arunika.

Arunika Garden dan Wahana Keluarga

Daya tarik lainnya terdapat di Arunika Garden, kawasan wisata bernuansa Jepang dengan beragam spot foto menarik seperti skywalk, Sakura Garden, dan Zen Garden. Di area ini juga terdapat Satoland atau Mini Zoo sebagai wahana edukasi interaktif bagi anak-anak, serta studio foto dan penyewaan kimono.

“Untuk Arunika Garden saja, kunjungan bisa mencapai sekitar 30 ribu wisatawan setiap bulan. Spot foto, Satoland, dan konsep Jepang menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan keluarga,” ungkap Erick Purida, Manager Arunika Garden.

Selain itu, Arunika Eatery juga menyediakan berbagai wahana permainan seperti Arunikart (gokar), wall climbing, dan archery, yang menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.

Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Lokal

Dalam pengelolaannya, Arunika juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sampah dikelola secara kreatif melalui proses daur ulang sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam Gunung Ciremai.

“Kami berkomitmen menjaga lingkungan sekitar, salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis daur ulang dan penggunaan produk lokal,” tambah Cucu Pepen.

Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, Arunika juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal. Kawasan ini mempekerjakan sekitar 500 karyawan, dengan 80 persen di antaranya merupakan warga lokal. Ke depan, pengelola juga berencana menggandeng UMKM lokal untuk memasarkan berbagai produk di kawasan wisata tersebut.

Lokasi dan Jam Operasional

Arunika Eatery berlokasi di Jalan Cigugur–Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Jam operasional:

Senin–Jumat: 09.00–21.00 WIB
Sabtu–Minggu: 06.00–21.00 WIB

Perpaduan panorama alam, budaya Jepang, kuliner, wahana keluarga, serta pemberdayaan masyarakat menjadikan Arunika Kuningan bukan sekadar tempat wisata, melainkan pengalaman yang terus menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah. (OM)